From Me, To You

From Me, To You

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 9, 2016
Hai. Aku Silvia Sen. Dan aku bosan dengan hidupku yang itu-itu saja. Waktu terus berjalan, namun aku tetap kembali lagi ke kegiatan rutinku. Terus begitu saja hidupku, hingga jam tiga sore, tepat pada waktu aku pulang sekolah, Detik itu merubahku. Waktu yang membuatku bingung pada seorang cowok, menunggu dan duduk disebuah kursi kayu panjang, dekat dengan posisiku yang ada disisi lampu tiang. Dia selalu diam disana, tepat jam tiga sore. Tak mengerti apa yang ia tunggu dan ia lakukan, namun kegiatan itu pasti ia lakukan. Setiap hari menunggu, entah sampai kapan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Istri Cadangan
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Just Hug Me, please! ✔
  • Bukan Istri Bayaran(End)
  • 5 Minutes A Day
  • Pertemuan Terakhir
  • kaisoo gs kehidupan kyungsoo (END)
  • Dia Suamiku (ENDING)
  • The Baby's Contract✓
  • Turun Ranjang

(SUDAH DITERBITKAN) "Ibra aku punya syarat kalau kamu mau menikah denganku. Aku nggak mau hamil, aku masih mau melanjutkan karierku dulu, karena saat ini waktu yang tepat untuk berjuang mengejar impianku. Tapi, jangan kecewa dulu! Aku punya solusi yang mungkin bisa kamu pertimbangkan. Kamu diharuskan menikah secepatnya karena keluargamu menginginkan keturunan darimu, kan? Aku mempersilakan kamu memiliki buah hati dengan wanita lain. Dengan satu syarat, aku yang memilihkan wanita itu. Dan kabar gembiranya lagi, aku sudah mempunyai calon untukmu. Dia sepupuku, wajahnya mirip denganku." "Lalu ... kamu mau dia yang hamil seolah anak itu hasil buah cinta kita?" "Iya, bisa dibilang seperti itu. Kamu tenang saja, sampai dia hamil aku akan berada di luar negeri menyelesaikan pekerjaanku. Setelah dia melahirkan, maka perjanjian kita dengannya selesai." "Kalian gila! Lalu, selama dia hamil dia akan ada di mana? Kamu tidak akan meninggalkannya sendirian, kan? Demi Tuhan, Ris, ada anakku di dalam sana nantinya." "Dia akan ada di apartemenku. Kamu tenang saja, dia wanita yang mandiri. Kalau kamu mau mengajaknya tinggal di rumahmu aku tidak masalah selama tidak ketahuan orang." "Baiklah, asal kamu mau menikah denganku." "Tapi, satu hal permintaannya yang harus kita turuti." "Ya?" "Dia mau ... kamu juga menikahinya sebagai istri keduamu." "Apa?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines