Adalah Nadine, seorang gadis berusia enam belas tahun yang beranjak dewasa. Pembawaannya yang kalem, santai dan menghadapi semuanya tanpa beban menjadi ciri khasnya di mata orang-orang. Dengan mudah ia dikenali dengan pembawaannya itu. Sekali melihat tingkah lakunya saja orang bisa menerka, "Oh, dia Nadine." selalu begitu.
Adalah Andine, gadis belia dengan sifat kekanak-kanakan. Dari dulu, sifat manjanya tidak pernah hilang. Ceroboh, usil, petakilan, berani namun cengeng adalah perangainya. Orang dengan mudah mengenalinya dengan sekali pandang, "Oh, yang ini Andine."
Nadine yang anggun, Andine yang rusuh.
Nadine yang ramah, Andine yang ketus.
Nadine yang selalu mengalah, Andine yang selalu berkuasa.
Namun, akankah Nadine
kembali mengalah saat 'cinta' nya direbut Andine?
Akankan Nadine kembali merelakan saat kebahagiannya lagi-lagi direbut oleh saudara kembarnya sendiri?
[Twiny's Tale on December 2016]
Berawal saat Ndoro Nyai Riani yang tak lain adalah Mama-nya sendiri yang menitipkannya kepada orang kepercayaan selama ia menyelesaikan skripsi di ibukota. Siapa sangka sosok kepercayaan itu adalah adik sepupu perempuannya yang telah lama menghilang. Yang benar saja, Gentala seorang lelaki tulen berusia dua puluh satu tahun dititipkan ke gadis manja sembilan belas tahun? Mama-nya tidak lagi ngelindur kan?
"Gentala lebih pengen Tacha peluk atau cium?" Gadis itu menyengir menampakkan gigi kelincinya.
_______________
"Kamu adik sepupuku, tapi kamu cintaku,"
Gentala Adiwangsa Pramana
________
Kemarin, Hari ini, dan Esok adalah perubahanmu yang tak bisa ku pahami
CERITA SUDAH COMPLETED