Unrequited

Unrequited

  • WpView
    Reads 131
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 10, 2016
Namamu berarti angin. Kamu juga seperti angin, ada namun sulit 'tuk kuraih. Jari-jemari mungilku pun tak mampu menggapai dirimu. Kamu seperti angin, datang sesukamu, pergi semaumu. Ketika kamu datang, hidupku terasa jauh lebih baik. Dan ketika kamu pergi, aku merasa seperti daun rapuh yang tertiup angin. Aku jatuh, mungkin juga bisa hancur. Namun, kupernah dengar sebuah perumpamaan, kalau daun yang jatuh itu tak pernah membenci angin. Sama sepertiku, sampai kapanpun aku tak akan bisa membencimu. Tertanda, Athaya Nareswari
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • IN
  • Surat untuk fajar
  • UNREQUITED LOVE
  • Eliinaa
  • Derena
  • Sakit 'Jiwa' (End)
  • MENYELAMI ANGKASA [TELAH TERBIT DI LOVRINZ]
  • Adek Abang || END

[Selamat membaca] ◌Dalam tahap revisi◌ Angin berhembus menerpa rambut Glory, rumput dan bunga bergoyang seakan menikmati suasana tenang. "Maafkan gue yang dulu dan sekarang." Gio menatap Glory sekilas "Gue mencoba memaafkan nya." ucap Glory Semuanya hening, desiran angin menerpa rumput-rumput masih menemani mereka. "Kembalilah ke gue." Gio menggenggam tangan Glory. Namun Glory menepisnya "Sudah cukup sandiwaranya? tidak ada yang perlu di katakan lagi? Gue pulang.besok hari bahagia." Glory bangkit dan meninggalkan Gio sendiri di sana. "Gue tau ini salah gue,Glory.tapi tolong mengerti keadaan dan situasi apa yang gue hadapi, sekali aja lu ngertiin posisi gue tapi lu gak pernah. Gak pernah ngertiin gue sama sekali." Teriak Gio prustasi Glory yang belum jauh dari sana menghela napas, "Gue tau gue gak pernah ngertiin lu makannya gue memilih menjauh dari lu, biar lu mendapatkan orang yang selalau bisa mengerti situasi dan keadaan lu." Glory mengusap air matanya dan berlari pulang. Cerita seseorang yang mengorbankan segalanya demi mendapatkan cinta sejati, cinta bukan hanya sekedar kasih sayang dan takut kehilangan. Namun sebuah kata yang sangat berarti di kehidupan. saling melangkapi, memahami satu sama lain dan menerima kekurangan dan kelebihan. Tidak bersatu bukan mungkin berpisah tapi batas dan adanya jarak yang mempersulit mereka. Situasi, keadaan tidak mendukung mereka untuk bersama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines