Dhira?

Dhira?

  • WpView
    Reads 705
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 8, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Dhira. Dia yang berhasil menarik perhatianku. Banyak yang bilang, rasa penasaran dapat tumbuh pada pandangan pertama. Tetapi apakah yang aku rasakan ini hanya rasa penasaran? Ya, aku juga berharap ini hanya rasa "penasaran". Rasa "penasaran" yang muncul setelah aku menatap matanya. Mata yang selalu menatapku dengan tatapan tajam mengintimidasi. Tidak ada yang menarik bukan? Tetapi, hal itulah yang menarik perhatianku Bagiku, matanya sangat cantik seperti berhiaskan binar-binar indah. Haruskah kucari tahu asal dari rasa "penasaran" ku itu? Jika aku menemukannya. Apa yang harus aku lakukan? Aku sadar sebuah harapan perlahan mulai tumbuh dihatiku. Aku juga menyadari, tak semua harapan akan menjadi kenyataan. Jika begitu, masih pantaskah aku berharap agar harapanku menjadi kenyataan? Karena kenyataanya aku berharap pada bayangan. - Raka Dinata Putra
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maaf' (Revisi)
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Air Mata Cinta
  • T E R B U N U H   S E P I  || Z W E I T S O N •• U N 1 TY || E N D
  • Cactus...
  • Broken ?
  • Hijrahku berujung Pernikahan
  • [1] Dhiafakhri&Dzirafakhri [COMPLETED]
  • KOMA || Un1ty
  • Dear Fenly || Un1ty

Hari hariku akan segera di mulai atau malah akan berakhir secepat itu? Ini yang dinamakan fajar atau senja? Ini jalanmu atau jalanku? Aku ingin berhenti dari semua fantasi ini Maaf..... Kumohon lupakan aku.... Semua tentangku ••• "kenapa ibu nggak pernah jujur sama aku selama ini?"ucap Nita yang telah berlinang air mata. Hatinya seketika hancur ketika mengetahui rahasia yang selama ini disembunyikan ibunya. "Maafin ibu, ibu takut jika kamu akan pergi ninggalin ibu''ucap Ranti yang tak bisa menahan air mata yang semula dibendungnya. "Tinggalkan aku, aku butuh waktu sendiri"ucap Nita yang langsung memalingkan wajahnya dari ibunya. "Nit dengerin ibumu dulu"ucap Andi "Cukup Ndi, kumohon pergi dari sini!'' Andi dan Ranti pun keluar dari kamar Nita. Setelah mereka pergi, Nita menangis sejadi jadinya. "Kenapa kalian semua egois?"ucap Nita di tengah tangisannya. "Riza, hanya Riza yang bisa ngertiin aku. Aku harus bertemu dengan nya"batin Nita. ••• Sebuah cerita tentang dia, aku, dan sebuah perasaan yang takkan terungkap dengan mudah Cinta yang terpendam karena eratnya persahabatan Cinta yang terhalang karena terbongkarnya suatu rahasia besar Mau tahu bagaimana keseruan ceritanya?jangan lupa mampir untuk baca ya

More details
WpActionLinkContent Guidelines