Memories Of You

Memories Of You

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 10, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Pengalaman adalah guru yang paling bijaksana. Aku telah banyak belajar dari pengalaman dan kenanganku. Kenangan tentang seseorang yang pernah kusakiti perasaannya, hingga membawa perasaan bersalah pada diriku, yang tak terlupakan hingga sekarang. Mungkin itu yang menyebabkan hubunganku dengan perempuan lain selalu berakhir di tengah jalan. Mungkin tersakiti dan disakiti itu adalah dua hal yang sama. Tetapi tersakiti dengan menyakiti, itu adalah dua hal yang sangat berbeda. Aku teringat akan seseorang di masa lalu yang pernah menghiasi hari-hari dan mengisi ruang di hatiku. Seorang wanita yang kuat dan tegar.Mengingat sesuatu yang telah berlalu memang merupakan hal yang tidak ada gunanya karena, walau bagaimanapun, kita tidak dapat merubah sesuatu yang telah berlalu. Tapi setidaknya dengan mengingat dan belajar dari kesalahan di masalalu kita dapat menjadi lebih baik. Aku teringat pada kisah cinta di masa lalu yang pernah aku lewati.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cerita Tanpa Akhir
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Heartless
  • Cinta dan pencarian diri
  • Dalam Kepalanya yang Tak Pernah Hening
  • IF I SAY
  • False Hopes

Hubungan jarak jauh ini awalnya penuh tawa, janji manis, dan rasa percaya. Tapi semuanya mulai retak saat aku melakukan kesalahan-berulang kali. Dia masih bertahan, masih menunggu aku berubah, meskipun perlahan hatinya mulai lelah. Dia laki-laki yang baik, pemaaf, dan sangat mencintaiku. Tapi luka yang kubuat terlalu dalam... dan aku takut, suatu hari nanti dia benar-benar menyerah. Ini kisah tentang penyesalan, perjuangan memperbaiki diri, tentang cinta yang diuji oleh jarak, trauma, dan kesalahan masa lalu. Dan tentang rasa takut... kehilangan satu-satunya orang yang pernah mencintaiku tanpa syarat. Aku nggak tahu ujungnya akan bagaimana. Tapi selama dia masih bertahan, aku akan terus mencoba. Karena cinta ini... terlalu sayang untuk dibiarkan hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines