"Kamu yang ajarkan aku cinta, kamu juga yang lukai hatiku. Haruskah aku akhiri semua ini sekarang?."
Mitha Tiara
"Jika masih ada kesempatan kedua untuk memperbaiki semua ini, masihkah ada sedikit cinta untukku? Masihkah ada maaf darimu?."
Raihan
"Setidaknya diriku pernah berjuang, meski tak pernah ternilai di matamu. Aku selalu menantimu Mitha, tapi tak pernah kau sedikit pun memandangku. Apa hatimu hanya untuk Raihan seorang?."
Albert
Sebuah trauma masa lalu membuat Mitha terpaksa harus meninggalkan kuliahnya di Malang dan memilih pergi ke Tomohon. Saat Mitha mencoba melupakan Raihan yang telah menyakiti hatinya, takdir membawanya bertemu dengan Albert di sebuah acara yang bernama Tomohon Festival Flowers. Lalu akankah Mitha menemukan cinta sejatinya di kota bunga ini? Saat para jomblowan dan jomblowati memanfaatkan ajang tari Lenso untuk mencari jodoh, akankah Mitha dan An memanfaatkan peristiwa ini untuk mengungkapkan cinta mereka pada sang pujaan hati? Atau mereka membiarkan sang waktu yang akan memberikan jawabannya pada mereka?
Nareshta Ravaleon Arkana, si tampan populer di SMA Ganesha. Playboy sejati yang tak pernah kehabisan daftar nama cewek untuk ditaklukkan. Baginya, cinta adalah permainan dan perempuan hanyalah selingan. Semua bisa datang dan pergi ... kecuali satu. Askara Renaffea, sahabat sekaligus satu-satunya cewek yang tak pernah bisa ia sentuh sepenuhnya, tapi juga tak sanggup ia lepaskan.
Kara adalah tempat Naresh pulang tanpa pernah diberi kepastian. Ia satu-satunya yang membuat Naresh memiliki rasa peduli bahkan posesif. Tapi perhatian itu nyatanya bukan anugerah melainkan jerat tak kasat mata. Kara terjebak di antara harapan dan kenyataan yang tak pernah berpihak.
Naresh tak pernah bilang cinta. Tapi tak rela melihat Kara dimiliki orang lain.
"Lo suka sama gue?" tanya Kara.
" Nggak! Tapi lo tetep punya gue!"
"Lo egois, Resh."