Komponents

Komponents

  • WpView
    Bacaan 1,163
  • WpVote
    Undian 149
  • WpPart
    Bahagian 7
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Sab, Feb 4, 2017
Masihkah bintang itu berkelap-kelip di kala malam, Diantara ribuan lapis langit dan semesta? Bukankah bintang di langit masih berpijar dengan terangnya menghilangkan kegelapan pada malam yang gulita? Wahai langit, sampaikan pada bintang, bahwa dia disini bersamanya, memandang langit malam yang sama. Dalam duka dan kegundahan, dalam tangis dan air mata. Bulan itu masih terus ada di sana, cahaya terang nan menggetarkan itu masuk dan menelusup ke dalam manik mata hitam pekatnya. Wahai langit sampaikan pula pada bulan, dia di sini bersamanya, menatap langit malam yang sama, dalam duka dan kegundahan, dalam tangis dan air mata. Bulan dan Bintang? Saling terduduk dan termangu. Mereka ingin bertemu, perasaan itu begitu saja membuncah. "Bulan" "Bintang" Lihatlah mereka, saling meneriakkan nama. Langit malam tertutup kabut. Menghilangkan bulan dan bintang, menyembunyikan mereka di antara awan putih yang tergumpal. Mereka bersedih. hati keduanya merana karena rindu. ♥♥♥ MY FIRST STORY
Hak Cipta Terpelihara
#994
pacaran
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

You may also like

  • langit biru
  • Seperti Bintang ✔️(SHORT STORY)
  • ANTARKA [END]
  • BULAN [Selesai]
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • A B A D I  [On Going]
  • FILTER
  • Auristela
  • Secret Admirer
  • Anggara ✔

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, siap tidak siap kita harus siap. Jalan takdir yang berbeda mengantarkan mereka pada sebuah pertemuan, dua insan yang tak saling kenal itu bertemu untuk yang pertama kalinya. Hari berganti bulan, bulan berganti tahun hingga seterusnya sampai benih benih cinta diantara mereka bertemu. "Lang kalau aku jadi bulan kamu jadi apa?" "Hmm akuuuu... Aku langit nya." "Kok langit sih kan masih ada yang lain bintang atau senja gitu." "Kamu pernah liat langit ninggalin bulan?" Perempuan itu menggeleng. "Pernah liat langit ninggalin bintang?" "Nggak pernah langit" ucapnya masih sedikit bingung. "Jadi kamu ngerti kan kenapa aku mau jadi langit?" Langit menatap lekat wajah perempuan di depanya. "Jadi kamu nggak bakalan ninggalin aku kan?" "Sesuai nama aku ( langit) aku nggak akan pernah ninggalin kamu". Langit mencuim kening keyra, memberikan pelukan yang hangat kepada gadis itu. *jangan takut akan sebuah perpisahan, karena sejatinya perpisahan adalah bagian dari pertemuan* (Gimana jalan cerita cinta keyra dan langit? Mau tau akhirnya. Baca dulu awalnya 😀)

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi