Dimas lelah berpura-pura bahagia. Namun, ia lebih muak menahan kerinduan pada sosok yang tak mampu dilihatnya lagi. Ameta Briliana. Dimas ingin bertemu dengan cewek itu meski mungkin jalan satu-satunya adalah kematian. Akan tetapi, bayangan kesedihan Meta tidak akan terhapuskan oleh kedatangannya. Hanya satu cara yang Dimas yakini akan membuat Ameta senang, yaitu penyesalan Rijal. Cowok itu harus membalas beribu patah yang menjadi salah satu alasan pujaan hatinya pergi. Karena Dimas sangat tahu, jalan untuk menyakiti Rijal adalah sosok yang tidak secara langsung ikut andil memberikan kesakitan pada Ameta. Zamora Husain. Namun, bagaimana jika akhirnya Dimas tersesat dalam rencananya sendiri? Hingga akhirnya ia lupa dengan tujuan utamanya berada di sekitar Zamora. *** Spin-off dari novel Arsandita
Plus d’Infos