Aku, Kau Dan Dia

Aku, Kau Dan Dia

  • WpView
    Membaca 100
  • WpVote
    Vote 9
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Okt 6, 2016
WpInfo
Fiksi Penggemar
Miraculous Ladybug
"Dan kau membuang waktu 2 tahun untuknya?", sindir teman bicaraku. "Ya. Kau pikir berapa tahun yang pernah aku buang sebelum bertemu dengannya? 4 tahun waktuku terbuang percuma, 2 tahun belum seberapa!", sindiranku membuatnya terdiam. "Aku menertawakan kebodohanku, kau tau? Jika saja kata ragu itu tidak pernah ada, mungkin...", balas orang itu dengan menatapku lama. "Tidak perlu. Aku justru merutuki ketidaksabaranku. Jika saja aku mampu bertahan 6 bulan lagi kala itu, aku tidak akan terjatuh untuk menunggunya yang tidak pernah melihatku. Dan kita..", balasku menggantungkan kalimat lalu tersenyum. "Kembalilah jika kau lelah menunggunya. Karena ada seseorang yang masih menunggumu disini", senyuman penuh luka itu kembali terlihat di wajahnya. "Terima kasih. Aku berharap dia bisa lebih cepat sedikit darimu untuk menghapus kata ragu itu. Semoga belum terlambat baginya ketika itu terjadi", tutupku menghilangkan senyumnya dan berganti helaan nafas panjang. *Jakarta, 01 - 03 - 2015
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#151
lovelife
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Misunderstand
  • #5 Reasons Why I Love You - END
  • KITA DAN SEMESTA
  • Days After We Met
  • Arsyilazka
  • Iiiiiih, Mas Kahfi!
  • Aku Kamu Dan Dia
  • I AM YOURS    [ TAMAT ]
  • Cinta Telur Dadar
  • Apakah Ini Arti Cinta?? [Revisi]

Aku mencintainya, tetapi karena sesuatu aku pergi meninggalkannya jauh dari hidupnya. Karena kepergianku yang tiba-tiba, aku menyesal mengapa tak ku dengarkan dulu penjelasannya. Mengapa tak ku tanyakan dulu apa maksudnya. Entahlah ini kesalah pahaman yang fatal menurutku. Aku bersembunyi selama lima tahun darinya, guna menyembuhkan hatiku yang terluka dan kecewa. Mungkin sekarang ia sudah bahagia bersama kekasihnya yang baru, entahlah. -Carissa Sabiyya Dalisha *** To: Carissa Sabiyya Dalisha Teruntuk kamu, orang yang masih selalu menghantui tidurku. Kemana kamu pergi, Ca? Aku merindukanmu disini. Apa kesalahanku hingga kamu meninggalkanku seperti ini? Bahkan saat aku kerumahmu tak kutemukan siapapun disana. Tolong kembalilah, aku ingin kamu menjadi jodohku, Ca. Bukan bermaksud mendahului takdir Tuhan. Aku hanya mengusahakan kita kembali seperti dulu. Aku terlalu mencintaimu, hingga saat kamu pergi hatiku tak mampu mencintai siapa pun lagi. Ketahuilah bahwa sampai kapan pun kamu itu tetaplah kekasihku. Entah kapan kamu akan membaca dan membalas pesanku ini, tetapi satu yang harus kamu tahu bahwa aku akan tetap menunggu walau harus sepuluh tahun lagi ataupun seribu tahun lagi. Ku tetap menunggumu, Carissa. From: Fikhar Daneer Allam Copyright©2020 By Intan Wahyu Andini

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan