Aku, Kau Dan Dia

Aku, Kau Dan Dia

  • WpView
    Reads 99
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 6, 2016
"Dan kau membuang waktu 2 tahun untuknya?", sindir teman bicaraku. "Ya. Kau pikir berapa tahun yang pernah aku buang sebelum bertemu dengannya? 4 tahun waktuku terbuang percuma, 2 tahun belum seberapa!", sindiranku membuatnya terdiam. "Aku menertawakan kebodohanku, kau tau? Jika saja kata ragu itu tidak pernah ada, mungkin...", balas orang itu dengan menatapku lama. "Tidak perlu. Aku justru merutuki ketidaksabaranku. Jika saja aku mampu bertahan 6 bulan lagi kala itu, aku tidak akan terjatuh untuk menunggunya yang tidak pernah melihatku. Dan kita..", balasku menggantungkan kalimat lalu tersenyum. "Kembalilah jika kau lelah menunggunya. Karena ada seseorang yang masih menunggumu disini", senyuman penuh luka itu kembali terlihat di wajahnya. "Terima kasih. Aku berharap dia bisa lebih cepat sedikit darimu untuk menghapus kata ragu itu. Semoga belum terlambat baginya ketika itu terjadi", tutupku menghilangkan senyumnya dan berganti helaan nafas panjang. *Jakarta, 01 - 03 - 2015
All Rights Reserved
#237
lovelife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Days After We Met
  • KITA DAN SEMESTA
  • Narasi patah hati
  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • Aku Kamu Dan Dia
  • Prema Sutram [Completed✔️]
  • Laksana [END]
  • Misunderstand
  • You're Here, But Not For Me
  • Cinta Telur Dadar

"Kenapa kamu bisa sepercaya diri itu kalau saya tertarik? Maaf, saya sudah terlalu hafal permainan-permainan klasik laki-laki seperti kamu. Dan lagi, kamu bukan selera saya." "Maksud kamu apa? Saya pernah lakukan kesalahan sama kamu sampai sebegininya kamu benci saya? Seingat saya kita bahkan baru ketemu di sini. Just say, saya punya salah apa sama kamu sampai kamu melakukan ini ke saya?" "Aku bahkan nggak tau di titik mana hubungan kami punya kesalahan. Seingatku semuanya baik-baik aja. Singapura-Jakarta bahkan nggak masalah. Tapi sekarang ketika kami ada di kota yang sama, semuanya jadi kerasa berbeda. Satu yang pasti, dia berubah sejak masuk ke perusahaan itu." "Berhenti! Udahlah, aku nggak mau kamu pura-pura lihat aku sebagai perempuan. If you can't see me, just let it be. Aku bakal lebih sakit kalau tau kamu nggak tulus. Dan sekarang aku tau, kamu cuma pura-pura." "Terima kasih banget ya, Mas, udah dateng ke sini, jemput aku. Tapi, Mas, kenapa Mas beda? Kenapa kelihatan murung sih? Ada masalah?" *** Di Sentraya Cipta Mandiri semua bermula. Dendam, ketertarikan, pengkhianatan, persahabatan, keluarga, cinta, dan kehancuran. Akankah pada tempat yang sama semua kerumitan itu berakhir atau makin menjadi benang kusut? "Just like a piece of cake, too easy to fall in love with you." *** Copyright 2020 by Raudha

More details
WpActionLinkContent Guidelines