We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
SHE WAS BLUE

SHE WAS BLUE

  • WpView
    Reads 185
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 14, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Lantunan melodi memenuhi setiap sudut aula itu. Seorang gadis berjinjit di bawah satu cahaya yang hanya menyorot kepadanya. Gadis itu membiarkan tangan mungilnya menari di udara. Sepasang kaki jenjangnya melompat, bersamaan dengan tubuhnya yang melayang di udara. Pinggang rampingnya terus berputar, berputar, dan berputar dengan ketukan yang semakin lama semakin cepat. Namun, ia tidak merasa lelah. Satu gerakan, dua gerakan, sampai hampir 39 gerakan ia lakukan. Tapi komentar orang-orang yang hinggap di pikirannya belum saja terbang meninggalkannya sendiri. Ia harap udara menjatuhkan tubuhnya ke pijakan dingin ini, tempat ia menyalurkan seluruh rasa yang tak pernah bisa ia ungkapkan. Ia bosan. Bosan merasakan sesuatu yang selalu harus ia pendam. Andaikan saja semua perasaan di hatinya bisa ia tumpahkan dalam bentuk air mata. Tapi, tidak, tidak boleh menangis. Menangis hanya akan menambah masalah bagi tubuhnya.
All Rights Reserved
#30
cliche
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aderaga [ON GOING]
  • Arsyilazka
  • ALEXON [END]
  • Is LOVE
  • Killa
  • War Of Hormones
  • Beautiful Disaster
  • Ali Alfikri [Selesai]
  • Back For Me (Completed)
  • Pieces of Light

[Jangan lupa follow sebelum baca] "Jelek lo."ucap Raga membuat Adera makin kesal. Adera menoleh ke Raga yang sedang memasang wajah tengilnya. Dia memukul dada Raga bertubi tubi. Menangkis hanya itu yang bisa dilakukan Raga. Dia menakap Tangan Adera yang terus saja memukul dadanya. Ditatapnya wajah Adera yang memerah akibat sangat marah kepada Raga. Adera terdiam menyadari posisinya saat ini. Tangan kiri raga menangkis tangannya dan tangan kanan Raga memeluk pinggang Adera membuat tubuh Adera sangat dekat dengan tubuh Raga. "Sakit"kata Raga, lembut. Jantung Adera berdegup kencang. Dia menjadi membeku dipelukan Raga. Dia bahkan tidak bisa mengucap sepatah kata saja karna gugup berdekatan dengan Raga sekarang. Raga menatap Adera dalam. Sesekali dia melirik bibir tipis berwarna merah muda milik Adera lalu dia memiringkan kepalanya, matanya tidak bisa teralih dari bibir menawan Adera. Saat bibirnya dengan bibir Adera hanya tinggal beberapa senti Raga berhenti ia tahu saat ini setan sedang mengodanya sebelum hal itu terjadi, Raga menjauhkan tubuhnya dari tubuh Adera takut ia akan kehilangan kendali. Raga meninggalkan Adera yang masih terdiam membeku disana. 'Raga tadi mau ngapain ya?' batinnya. #Badboy#nakal #kisahcintaremaja #romantis #romance #fiksiremaja #sma #sekolah #Adera #Raga #cinta

More details
WpActionLinkContent Guidelines