Devil's Love

Devil's Love

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 13, 2016
[Fantasy Storyline] "Kamu masih percaya sama hal berbau mistis kayak gitu?" Tanya Anne dengan nada meremehkan. "Bukan percaya tapi nyata." Jawab Dean memastikan. Anne hanya mengabaikan jawaban Dean. "Di buku yang aku baca, di dunia ini ada 3 tingkatan iblis. Yang pertama ib-" Jelasnya terpotong Anne. "Itu cuma di buku Dean! Cuma dongeng pengantar tidur," Potongnya kesal. "Kalau ini hanya dongeng, lalu mengapa ada tulisan ini yang jelas-jelas artinya kisah dan fakta nyata?" Dean menunjuk tulisan yang berada di cover buku tersebut. Anne hanya bergidik. Tidak mau tahu lagi lanjutan dari buku aneh yang di temukan Dean di perpustakaan.
All Rights Reserved
#538
psycho
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pangeran Kegelapan
  • [1] Takdir Putri Kecil Yang Liar
  • DEVIL ON MY WINDOW
  • I'm More Than Just A Princess
  • The Miracle Of Crystals
  • [END] Putri Bupati yang Melawan Hantu Setiap Hari
  • Journey of Raena (End)
  • AILAH(END)✅
  • Putih & Abu-abu

Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak. Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..." Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi. Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami. Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya. "Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines