Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama

  • WpView
    Reads 261
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 11, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Aku kenal dia udah hampir 3bulan. Dia,steven siagian. Dia temanku yang berasal dari Medan. Hari ini hari minggu,aku berniat mengajaknya jalan bareng. Selama ini aku tidak tau kalo dia itu agama Kristen. Pagi ini dia mengajakku pergi kesuatu tempat, ternyata benar saja,Steven mengajakku kegereja. "Yuk masuk! Aku mau bilang sama Tuhan kalo aku cinta kamu,dan kita akan doa bersama didalam" ucapnya dengan polos. "Tapi aku gabisa,aku orang islam.maaf:'+" aku pergi meninggalkan Steven ditempat itu. ... Hari ini Steven dtg lagi untuk menemuiku,aku bingung.apa yg harus kukatakan padanya. "Intan,apa kita tidak saling mencintai?" Ucapnya. "Bahkan aku sangat mencintaimu" jawabku padanya. "Tapi Steven,memang kita sama-sama mencintai Tuhan,namun kita menyebutnya dengan nama yang berbeda:'(" sambungku. "Tapi.. aku sangat mencintaimu" Steven menatap tajam mataku. "Dan aku.. lebih mencintai Tuhanku, maaf" . . . . Terimakasih:) IntanAlvira~
Public Domain
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Catatan Hijrah
  • Tembok Yang Sangat Tinggi. (On Going)
  • U'RE MINE [END]
  • ketika benci menjadi Cinta
  •  The Secret Of Love(lingorm)
  • Kita Yang Tak Sama [END]
  • RAYYA & REVAL (completed)
  • AKU , KAMU & RENCANA SEMESTA
  • Three Targeted Girls!!
  • Ternyata Takdirku adalah Kamu

CATATAN HIJRAH. "Lo tadi pagi salat subuh di mana?" Kubuka mataku, tapi tidak fokus padanya. Satu detik, dua detik, lima, enam, sepuluh. Akhirnya aku menoleh. Ibas menatapku dengan binar yang tak kumengerti. Sepasang bibirnya mengatup. "Salat subuh itu sebagai kepala dalam ibadah. Mau lihat seseorang, lihat dari subuhnya." Kini dia bengong. Apa dia tidak tahu? "Lo salat, kan?" "Lo bisa baca Alquran? Bukan, bukan sekedar baca, tapi benar mahkrojul hurufnya juga. Yang penting tajwidnya." "Lo muslim bukan, sih? Lo tahu kewajiban seorang muslim, kan?" Kini keningku berkerut. "Dalam islam, pacaran itu haram hukumnya," bisikku mendekat padanya. Aku harap cuma dia yang dengar. -NADA * Sekian tanya itu membuat Ibas bungkam. Apa yang akan dia lakukan untuk menakhlukkan hati gadis yang malah tertawa saat dia tembak. Bagimana jungkir baliknya Ibas memunguti memori akan pelajaran yang pernah dia lupakan. Agama. Ikuti perjalanan Ibas ya, temukan jawabanya di buku ini. Penulis: Retno Nofianti.

More details
WpActionLinkContent Guidelines