Story cover for Impulsively by ImDreamerr_
Impulsively
  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Jul 12, 2016
Tatapan tajam yang selalu diberikan cowok itu selalu berhasil membuat Dina Ariska gentar. Cowok yang paling dibenci guru sekolahan karena sifatnya sudah sangat melewati batas. Menurut informasi yang Dina dengar, Cowok itu bernama Orlando.

Rasa terkejut bercampur heran selalu dirasakan Dina, Lando selalu hadir tanpa diundang. Kehadiran tanpa diundang itu membuat Dina menjadi lebih kian dekat dengan Lando.

Rentetan masalah hadir bagaikan api yang selalu menyambar tiada henti. Keluarga, Persahabatan, Cinta dipertaruhkan untuk menemukan satu titik terang yang akan mengukuh suatu pondasi dari kepercayaan sesuai dorongan hati.
All Rights Reserved
Sign up to add Impulsively to your library and receive updates
or
#135painful
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
REGRET  cover
Resonansi cover
Something Wonderful cover
Keira cover
My Gamon Boyfriend ✔️ cover
ABOUT KENTA [Telah Terbit] cover
Complicated Friends and Love (SELESAI) cover
Perlahan Jadi Cinta cover
Coldgirl And Badboy [Completed] cover
DIFFERENT TWINS [ END ]  cover

REGRET

17 parts Complete

𝓡𝓮𝓰𝓻𝓮𝓽 𝓲𝓼 𝓪𝓵𝔀𝓪𝔂𝓼 𝓬𝓸𝓶𝓮 𝓽𝓸 𝓵𝓪𝓽𝓮. 𝓐𝓹𝓹𝓻𝓮𝓬𝓲𝓪𝓽𝓮 𝔀𝓱𝓪𝓽 𝔂𝓸𝓾 𝓱𝓪𝓿𝓮, 𝓫𝓮𝓯𝓸𝓻𝓮 𝓲𝓽 𝓽𝓾𝓻𝓷𝓼 𝓲𝓷𝓽𝓸 𝔀𝓱𝓪𝓽 𝔂𝓸𝓾 𝓱𝓪𝓿𝓮?-𝙍𝙀𝙂𝙍𝙀𝙏 "Putusin Deera!" Arven Xavier Faeyza Andres. Most wanted boy, tengil, arogan, bad attitude dan langganan masuk BK yang telah menyukai sahabatnya sendiri-Deera, sejak pandangan pertama. Namun seperti kisah lama, sejauh apa pun usahanya untuk Deera, ketika Deera menyukai orang lain, Arven bisa apa? Hanya penolakan kejam, yang selalu dirinya dapatkan ketika hatinya berusaha untuk mengejar gadis itu. Seperti kepribadian mereka yang berbeda, perasaan mereka pun turut berbeda. *** "Gue udah bilang Ven, jaga batasan ke gue karna Daylon ngga suka lihat gue bareng lo!" "Daylon itu ngga baik buat lo Ra. Dia cowo manipulatif yang mainin perasaan lo!" "Lo bilang sahabat kan? Harusnya sahabat itu mendukung, bukan malah menikung!"