Notes For Somebody

Notes For Somebody

  • WpView
    Reads 194
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 14, 2016
Alana Makarim sudah lama menulis kegiatannya dalam buku catatan. Tetapi sejak sahabat kecilnya menghilang dari kehidupannya, ia mulai menulis catatan hariannya untuk Nara, sahabat kecilnya. Gue kangen sama lo. Dan gue harap lo juga kangen sama gue. Jadi nanti, kapan pun itu, gue harap lo balik secepatnya. Terus gue bakal jadi orang pertama yang ketemu sama lo. -2013- Hey, Nara. I still believe that you will come back here and still searching for me. And yes, it's been two years I miss my home, cause you're my home. My second home. -2014- Jangan tersinggung ya Nar, tapi sejak lo ninggalin gue, gue jadi gak pernah berharap terlalu tinggi lagi. Takut sakit, soalnya gue belum siap untuk jatuh.Tapi tetep aja siihh, gue masih punya secuil harapan kalau dijenjang berikutnya kita akan ketemu lagi. Entah gimana caranya, tapi gue masih 'sedikit' berharap akan hal itu. Hehehe, habis mau gimana lagi? You left me with the memories and the aftertaste... -2015- Karena gue mau lo baca semua tulisan gue, -Alana Makarim-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] Blind Rainbow
  • Abu Abu [ completed ]
  • BarraKilla
  • Effort 2 [ Completed ]
  • My love ' My Enemy [ END ]
  • CLOSER
  • Fall And Love
  • Friendzone?
  • It's Me
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]

[Teen Fiction] Follow dulu, baru dibaca. "Awal pertemuan kita bagai takdir. Antara aku dan dirimu seperti terikat oleh seutas benang tak kasat mata yang disebut kebetulan. Kita dengan semua perbedaan yang ada bertemu dalam keadaan tidak terduga. Dan karena takdir pula kita mencoba bersama dan melupakan kenyataan akan pahit yang mengejar. Lalu takdir. Apa karena dirinya pula kita akan berpisah?" -Pelangi "Bagiku setiap detik bersamamu adalah masalah. Kamu bagai bom waktu yang selalu meledak tepat dihadapanku. Tapi entah kenapa aku justru merasa nyaman dengan keadaan ini. Semakin lama aku semakin memahami dan mencintai kamu. Tapi aku harus lari. Mengucap pergi pada mimpi indah yang selama ini kita bangun. Namun kumohon. Jangan anggap diriku sebagai salah satu dari mimpimu. Karena aku nyata. Karena aku selalu disisimu. Hidup. Bukankah memang kadang terasa aneh seperti ini?" -Arsen Kisah tentang kalian yang mencari cinta Kisah tentang kalian yang mencari pemaafan Kisah tentang kalian yang mencari ketenangan *Cerita dibuat belum diedit, jadi harap pengertiannya jika mau tetap lanjut membaca.

More details
WpActionLinkContent Guidelines