Mencintaimu Diam Diam [ON MY OWN]

Mencintaimu Diam Diam [ON MY OWN]

  • WpView
    Reads 49,298
  • WpVote
    Votes 1,416
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadComplete Tue, Jun 18, 2019
[SUDAH TERBIT!!!] ***NASKAH INI DITERBITKAN DENGAN JUDUL 'ON MY OWN' DAPATKAN DI TOKO BUKU GRAMEDIA TERDEKAT*** Ini cerita tentang manusia-manusia yang memutuskan untuk mencintai diam-diam. Mungkinkah, kau salah satu dari mereka? *** Baiklah, aku tanya dulu, tahukah kau hal yang membuat bahagia namun sedih secara bersamaan? Mencintai diam diam. Perasaan yang semakin lama semakin membuncah itu, harus kau simpan seorang diri. Begitulah, dalam sunyinya malam, kau terus merindukannya tanpa bisa memeluknya. Dalam kecemasan, kau hanya bisa berdoa tanpa mampu meluapkan rasa. Lalu tanpa kau tahu, ia sudah pergi menjauh. Cintamu harus berakhir bahkan sebelum dimulai. Namun demikian, banyak yang memilih begitu. Memutuskan menyimpan perasaan rapat-rapat, entah demi diri sendiri, demi menjaga perasaan orang lain, demi kepercayaannya, demi apa saja... yang sedikit banyak melukainya sendiri. Tetapi tak ada pilihan lain, karena ia sudah bahagia hanya dengan... mencintaimu diam-diam. #plagiat membuatmu terlihat menyedihkan Malang, 13 Agustus 2016
All Rights Reserved
#416
payung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Kacamata [END]
  • Amour (COMPLETE)
  • Can Be With Love ✅
  • Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Marry With My Senior ( SUDAH DIBUKUKAN DAN TERSEDIA DI APLIKASI DREAME)
  • Cinta tak keliru (END)
  • A piece of shit i wrote for a btch
  • Mencintaimu Dalam Diam     (On Going)
  • Lelaki Pilihan (Selesai)

Hidup di perantauan, jauh dari keluarga, jauh dari rumah, selalu merasa sendiri meskipun ada banyak orang di kota metropolitan yang hampir sama padatnya dengan ibu kota. Perjalanan hidup yang tak mudah, apalagi bagi wanita yang sudah berusia lebih dari seperempat abad sepertiku. Aku kira hatiku sudah mati rasa, tapi sepertinya itu hanya praduga. Tak ada awalan berupa perjodohan maupun ta'aruf, seperti yang pernah aku jalani dulu. Hanya pertemuan alami yang tak terlepas dari kehendak Tuhan. Nyatanya tanpa ku sadari, hatiku perlahan jatuh pada seorang pria berkacamata yang awalnya bahkan tak mendapat perhatian khusus dariku. Perlahan, hal yang biasa berubah menjadi sesuatu yang tidak biasa karena terlalu sering menghabiskan waktu bersama. Satu hal yang terlambat aku sadari adalah kenyataan bahwa setiap manusia memiliki rahasia yang tak diketahui oleh manusia lainnya, begitupun dia. Sesuatu yang tersembunyi rapat di balik kacamata yang ia gunakan. Kacamata itu menjadi dinding pembatas yang menghalangi orang untuk mengetahui jati dirinya yang sesungguhnya. Pada akhirnya, pilihan tetap berada di tanganku. Mau tetap bertahan atau malah memutuskan untuk pergi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines