Sweet and Bitter

Sweet and Bitter

  • WpView
    MGA BUMASA 441
  • WpVote
    Mga Boto 182
  • WpPart
    Mga Parte 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Thu, Aug 18, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Mempertahankannya tidak mudah. Ternyata semua itu tidak semanis apa yang Sabrina bayangkan. Sudah beberapa kali memendam rasa sakit. Rasa sakit akan penyakitnya dan rasa sakit akan melihatnya bersama yang lain. Semua orang akan menganggap ia baik-baik saja. Tetapi tidak baginya. Sampai suatu saat ada yang ingin menggantikan posisi orang yang dicintainya. Fadhil. Satu nama yang akan kuceritakan manis dan pahitnya bersama dia. Fadhil Cakra. Itulah namanya dan aku akan ceritakan sekarang juga. Aku yang rapuh didalam. Aku yang kuat diluar.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • DILEMA CINTA [END] COMPLETED
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • RASA [Sedang Revisi]
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • Nothing Is Impossible
  • Hiraeth || Huang Renjun (SUDAH TERBIT)
  • RAFKA [REVISI]

"Seharusnya ini cinta bukan benci tapi kamu sendiri yang membuat cinta ini menjadi benci, Masa masa itu masih tajam di ingatanku kak, disaat kita saling sembunyi dalam ego kita masing - masing. Aku tahu kamu masih mencintaiku, tapi kamu tidak bisa jujur dengan hati kamu sendiri... Entah apa yang kamu pikirkan, aku nggak perduli. Sekarang semua telah berubah. Aku hanya mengenalmu dengan sikap dan tatap saja. Tak pernahkah terlintas di pikiranmu tentang aku? Sejujurnya aku rindu, tapi untuk apa. Kamu takan mengerti. Aku harap dapat pergi dari keadaan ini. Ya, mungkin tak sanggup karna satu kesalahanku, mencintaimu terlalu besar..." Ujar Aira kepada pria yang ada dihadapannya itu. Rafy hanya terdiam seribu bahasa, semua perkataan Aira membuatnya berpikir. "Sekarang, lebih baik kamu pergi. Aku udah nggak perduli. Kamu ingin tahu kan isi hatiku? Itu isi hatiku" Aira pergi berlari menjauh dari Rafy. **** *Guys.. Jangan lupa dibaca ya ceritaku, maaf kalau masih ada salah salah kata. Maklum, masih baru* 😊😊

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman