Beautiful Darkness

Beautiful Darkness

  • WpView
    Reads 7,755
  • WpVote
    Votes 2,138
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 21, 2018
Kehidupan Trisa berbeda semenjak dirinya masuk SMA favorit. Persaingan ketat yang melelahkan justru membuat gadis itu tidak ingin ada dalam tekanan tersebut. Dirinya lebih memilih membaca Novel dan berkunjung ke rumah Adam sebagai pelampiasan. Tak hanya di sekolah, faktor lain datang dari ibunya yang menuntut Trisa untuk menghadiri bimbel hampir setiap hari. Untungnya, Rama datang membawa secercah harapan baru. Lelaki itu mengajarkan cara agar Trisa merasakan kebahagiaan yang patut dirasakan. Sampai pada titik gadis itu melakukan kesalahan terbesar yang membawanya menelusuri kegelapan yang mengerikan di tengah luasnya dunia. Kali ini, ia tidak bisa mencari pelampiasan. Sebaliknya, ia dituntut berjuang guna menciptakan keindahan di dalam kegelapan yang dibuat. ©2016 by miranda arun
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MALA
  • By Your Side
  • Interweave
  • Kebahagiaan Kecil Aralie. [ End ]
  • The Senior Next Door
  • Abu Abu [ completed ]
  • Mas Angga✔️
  • Padam Nelangsa
  • Amami
  • Elegi Rasa : Pergi
MALA

Semenjak kepindahannya di lingkup elite SMA Bina Bangsa, Tama perlu mengasingkan keberadaannya yang tak sesuai dengan segala kebaikan. Kehadiran Tama itu tidak diharapkan. Tama takut jika ia bebas membuka diri, nantinya ia akan kembali merugikan banyak orang. Pengalaman di masa lalu membuat Tama begitu rentan menerima pertemanan. Namun, berkat pertemuannya dengan seorang perempuan yang ternyata turut membagi pengalaman serupa, Tama jadi tersadar bahwa semua pelik emosi yang ia rasakan banyak berakar dari rumahnya yang berantakan. Pengulangan kalimat buruk serta kerasnya hukuman fisik sering melukai jati dirinya selaku remaja. Tama ingin sembuh, tetapi juga ragu apakah ia pantas menerima uluran tangan. Demikian, melalui banyak proses adaptasinya dalam menerima dan memberikan banyak bantuan, Tama hanya berharap. Semoga teruntuk mereka yang mau berbaik hati memercayainya, semua tidak berakhir dilanda kekecewaan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines