an Ink Streaks

an Ink Streaks

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Tue, Jul 12, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Dia tahu benar kapan saat yg tepat bahunya dibutuhkan tuk seorang gadis yg sedang berjuang seorang diri tuk menggantikan tugas menjadi seorang kepala keluarga. Dia tahu gadis itu tak pernah memintanya tanpa pengecualian dan hanyalah canda tawa yg tersisa dibalik kesukaran. Dia jg bukan pahlawan bilamana Gadis itu membutuhkan peran yg menentramkan iman. Dia pun menyadari, bahwa kesetiaan tanpa perhatian tuk mendapatkan sebuah pengharapan juga tak bisa dihindarkan. Namun demikian, rasa Iba tuk memberikan arahan, dimungkinkan bisa menuntun gadis itu menuju #LapisLapisKeberkahan yang belum sempurna didapatkan. Terkadang ada #Lelah yg tak terucap dibalik senyum yg hampir memudar, Gadis itu tetap berusaha terus merangkak menuju hasil akhir pencapaian. Dan kinipun Dia menyadari dengan benar, "nikmat Tuhan mana lagi yang akan kau dustakan??" Bila Kisah Gadis yg ada dihadapan, bisa menjadi sebuah pelajaran. #MenujuLangkahKeberkahan
All Rights Reserved
#418
shortstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Queen Alya Az-zahra (END & REVISI)
  • complicated feeling | ✓
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • ILALANG
  • SETULUS CINTA LUNA (END)
  • Puing luka
  • ALEYA~~
  • BULIR CINTA [END]
  • Halaman Terakhir Untuk Gara [END]

Setiap manusia memiliki kesalahannya masing-masing. Tak ada satu pun yang benar-benar sempurna. Dan tak ada pula yang sepenuhnya terbebas dari khilaf, dari dosa, dari luka yang ia ciptakan sendiri... atau yang ia warisi tanpa pernah memintanya. Begitu pula dengan seorang gadis yang masih terjebak dalam kebingungan tentang dirinya sendiri. Ia tidak tahu ke mana harus melangkah, tidak tahu arah mana yang layak ia sebut sebagai tujuan. Di antara sunyi dan gelap, ia bertanya... apakah dirinya masih pantas untuk diampuni? Apakah kesalahan dan dosa yang menempel di hatinya masih bisa dimaafkan? Hidupnya terasa seperti berjalan di lorong panjang tanpa cahaya. Tanpa penerangan. Tanpa pegangan. Tanpa payung yang mampu melindunginya dari derasnya hujan kenyataan. Ia hidup, namun seolah tidak benar-benar memahami untuk apa ia hidup. Ia melupakan kewajiban, mengabaikan panggilan hati, hingga perlahan kehilangan jati dirinya sendiri. Dan ketika seseorang kehilangan dirinya... apakah masih ada jalan untuk kembali? Publish : Juni 2024 The End : Juni 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines