Happiness
  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 27, 2016
"Lu kenapa sih gitu amat!!!" teriak seorang cewek histeris. Tak henti-hentinya ia mengambil selembaran tisu untuk menghapus air matanya. "Huaaaaaaaaaa" teriak cewek itu lagi. Kali ini lebih kencang, di sertai dengan bunyi barang-barang berjatuhan ke lantai. Cewek itu berjalan ke meja belajarnya mengambil selembar foto cowok. Ia berbicara dengan foto dan menatap nya lekat-lekat. "Lu maunya apa sihh!!! Kalo lo suka kenapa gak nembak cobaa, kalo gakk suka ya jangan bikin baperrr, ngabisin waktuu guaa tau gak loo" ucapnya kasar sambil menunjuk-nunjuk foto itu. Dengan kasar ia merobek-robek foto cowok itu sampai tak terbentuk lagi. Ia terduduk lemas sambil bersandar di dinding. Meremas rambutnya frustasi. Ia kembali menangis sambil meringkuk. Kepalanya ia tundukkan ke bawah. Di tempat yg berbeda, terdapat seorang cowok yg tak bisa tidur. Ia memikirkan seorang cewek yg begitu ia sayangi. Ia ingin mengungkapkannya, tapi ia trauma. "Bodoh!!!" pekiknya sambil meninju dinding kamarnya.
All Rights Reserved
#6
jhonnyorlando
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Amor Almira
  • Belia & Keandra (END)
  • Always There
  • pledge of allegiance
  • Behind Bullying [END]
  • IMPERFECT
  • kiara's dream
  •  ALZERA (On Going)

Dalam hidup, kita bertemu dengan banyak orang. Tapi hanya sedikit yang mampu mengguncang dunia kita, mengubah arah hidup, dan meninggalkan jejak di hati. Ini adalah kisah tentang dua dunia yang bertabrakan-tentang gadis baik yang jatuh cinta pada laki-laki yang katanya nggak pantas dicintai. Almira Anjani Wirasti, gadis ceria dengan hati selembut senja, tak pernah menyangka bahwa pertemuan singkat di bawah pohon rindang akan mengubah hidupnya. Ia hanya ingin menolong. Tapi dari sentuhan pertamanya, ia malah menemukan luka yang lebih dalam dari sekadar goresan di kulit-luka yang tersembunyi di balik dinginnya tatapan seorang Amor Antariksa Setiawan. Amor bukan tipe pria yang mudah didekati. Kasar, tertutup, dan penuh misteri. Tapi siapa sangka, di balik sikap cueknya, ada hati yang lelah... dan mungkin, hanya butuh seseorang yang cukup nekat untuk mengetuk pintunya. > "Lo nggak takut deketin orang kayak gue?" tanya Amor suatu sore, suaranya serak, tatapannya kosong menatap langit. Almira menghela napas pelan, menatap lukanya, lalu menjawab tenang, "Yang gue takutin bukan lo... tapi kehilangan kesempatan buat bikin lo bahagia." Amor terdiam. Tak ada yang pernah bilang hal seperti itu padanya. > "Gue bukan orang baik," gumamnya. "Gue cuma... rusak." "Nggak ada orang yang terlalu rusak buat dicintai," bisik Almira, menatap matanya yang penuh luka. "Lo cuma belum pernah dikasih alasan buat percaya." Dan sejak hari itu, perlahan-tanpa mereka sadari-dunia yang kelabu mulai berubah warna. Ini bukan kisah cinta biasa. Ini tentang keberanian mencintai seseorang yang hancur. Tentang bagaimana cinta bisa mengubah arah hidup, menyembuhkan luka lama, dan menciptakan harapan baru. Karena kadang... yang kita butuhkan bukan orang sempurna. Tapi seseorang yang bersedia tetap tinggal, bahkan ketika kita merasa tidak pantas dicintai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines