Gudang Sekolah

Gudang Sekolah

  • WpView
    LECTURAS 106,216
  • WpVote
    Votos 3,135
  • WpPart
    Partes 41
WpMetadataReadConcluida lun, oct 24, 2016
[ COMPLETED ] "Oke, hai! Selamat datang di gudang sekolah! Tegang banget, kalian jangan takut. Panggil aku Suara Langit. Karena kalo suara perut, itu namanya kelaperan." "What!?" seru keempat bocah itu. ××× Wulan, Beni, Ari, dan James memang anak Pramuka. Tiap Sabtu mereka berkumpul di lapangan untuk membaur bersama regu masing-masing. Namun, yang perlu digarisbawahi adalah mereka hanya anak Pramuka amatir. Benar sekali jika mereka berada di barisan saat upacara 14 Agustus berlangsung, tapi itu dilaksanakan dengan bersungut-sungut. Melalui kepenasaran Wulan terhadap gudang di sekolah barunya, mereka berempat akhirnya terjebak dalam dunia yang mengharuskan mereka hidup layaknya anak kemah Sabtu-Minggu. #19 in Adventure (10 November 2016) #30 in Adventure (17 Oktober 2016) #66 in Adventure (6 Oktober 2016) Copyright © 2017 Frisca Pasaribu
Todos los derechos reservados
#391
imagination
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Blood Of Friendship
  • Lonceng Akhir yang Tak Pernah Berbunyi [TERBIT]
  • Twins | Jihoon & Junkyu
  • [1] ESTRELLA (END)
  • Four Ladies of Praiser [TERBIT]
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • Bumi & Takdirnya
  • DERSIK

🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2022 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido