We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Afdal, BALIKAN yuk!

Afdal, BALIKAN yuk!

  • WpView
    Reads 597
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 24, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Ketika kau terus teringat kepada mantanmu. Ketika malu dan harga diri menghalangi jalanmu. Ketika penyesalan datang terakhir. Disaya cantik : kita putus aja Afdal : aku tau kamu bercanda Disaya cantik : klo aku bercanda aku gk akan minta putus Afdal : sayang :( Afdal : Aya plis jgn gini Afdal : aku tau aku salah Afdal : Aya Ketika kau memutuskan sebuah hubungan Dan kau sendiri Yang menyesalinya. "Arrrrrrgg!!! Gue nyesel!"
All Rights Reserved
#221
line
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Cinta 3 Detik❤ (Complete)
  • KIARA [End]
  • Weird Wedding ✓
  • "MY BOY MY ENEMY" (ON GOING)
  • ALSHA
  • Unforgettable
  • Bagaimana hari ini? (END)
  • about us and him ✔️
  • Z & H

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines