Story cover for Waiting... [Diary A & D] by vividyas
Waiting... [Diary A & D]
  • WpView
    Reads 466
  • WpVote
    Votes 100
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 466
  • WpVote
    Votes 100
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Jul 13, 2016
Aqila dan Diandra

Diary ini dibuat atas keisengan semata. Mereka dipertemukan dalam MOS SMA dan sama-sama introvert. Huh? Introvert yang membuat mereka terkadang tersiksa dengan satu kata itu.

Tapi, ada 2 hal yang berbeda:
Pertama, tipe otak mereka. Aqila adalah seorang intuiting. Sementara Diandra adalah seorang feeling.

Kedua, mereka menyukai seseorang dengan berdasarkan suatu alasan.
Aqila memiliki alasan karena sebuah mimpi konyol. Dan Diandra menyukai seseorang karena mirip dengan salah satu idola boyband korea.

Tak selamanya kisah SMA semanis permen kaki atau FTV bahkan Sinetron.

Dalam lingkup sosial, keduanya terasingkan dalam pergaulan di sekitarnya. Menjadi yang tersisihkan hanya karna tidak dapat memakai topeng kepalsuan.

Tapi, untuk satu hal menyangkut soal percintaan, dua-duanya memilih untuk jatuh cinta diam-diam dan menunggu waktu untuk jungkir balik.

Hanya bisa menunggu...
Menunggu dengan cara masing-masing...

---

copyright © 2016 by Vidya Vivi
All Rights Reserved
Sign up to add Waiting... [Diary A & D] to your library and receive updates
or
#144diandra
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Biting The Lips (New Version) cover
Nara [SUDAH TERBIT] cover
Merayakan Cinta ✔ [NEW] cover
Behind Bullying [END] cover
Something Between Us cover
Fix You cover
Meet And Backstreet cover
My True Love | √ cover
Bukti [COMPLETED]  cover
Everything Happens for a Reason cover

Biting The Lips (New Version)

44 parts Complete

Liona merasa sangat bodoh, ia tak pernah bisa mengungkapkan perasaannya pada Alan. Enam tahun merasakan cinta bertepuk sebelah tangan bukanlah hal yang mudah. Tak peduli seberapa besar ia mencoba, Alan tak pernah pergi dari hatinya. Hingga takdir membuat mereka harus tinggal satu atap sebagai atlet dan asisten managernya. Akankah Liona berhasil menyampaikan perasaannya? Atau menyerah satu-satunya pilihan?