Tapi lu gak harus tinggalin gua Sa", teriak Edi panjang tanpa jeda, sambil terus berjalan mengerjar.
Sesa terus jalan, tanpa menghiraukan semua perkataan yang Edi katakan. Sampai ahkirnya, Edi berhasil menggapai tangan Sesa.
"Bisa berhenti ga lu", tanya Edi.
Sesapun berhenti, karena tangan Edi yang lebih kuat tengah mencekal tangan Sesa sehingga, sulit dilepas.
"Mau apa lu, ha ?", celotehnya sambil mengusap kedua matanya.
"Lu gak peka ya bener-bener, dasar oon ejek Edi
"Mana ada oon. Dasar", timpalku sambil tersenyum, mengingat saat Edi, mengejekku dengan perkataan yang sama.
"Gitu dong senyum" jawab Edi sambil kembali mengenggam tangan Sesa.
"Denger ya, gua gak mau lu pergi Sa. Ya gua tau, gua bakal jadi orang yang ngerusak pertemanan lu sama Rena. Tapi mau gimana lagi, gua harus jujur ke Rena Sa", terang Edi.
Happy reading guys❤
"Gua gak mau persahabatan kalian jadi rusak cuman gara gara gua. Cewek yg gak ada spesialnya sama sekali"
-Irsya-
Berharap gua anggap lo kaya keindahan yg lewat dalam mimpi, gak bakal jadi nyata.
~Irsya Syafinah~
Jatuh cinta itu,, mungkin petaka yg membawa gua terus stuck dihati nya. Gua gak mau tar ujung ujungnya gua juga yg sakit.
Pada intinya, lebih baik jadi pengagum tanpa dia tau rasa apa yg ada dihati gua buatnya. Walau gua tau resikonya berat. Toh ntar pun kalo tuhan mentakdirkan dia buat gua, bakal dipersatukan juga dengan cara apapun.
Nb:
Sorry berantakan. Typo berhamburan. Tapi semoga ngefeel ya ceritanya. Semoga suka. Thanksss.
Dibuat: 19 maret 2017
tulisan anak smp wkwk