Don't let me down

Don't let me down

  • WpView
    Reads 1,518
  • WpVote
    Votes 216
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 18, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Aku selalu mengira kalau aku tidak bisa hidup tanpa cintanya. Aku lupa kalau luka perlahan-lahan akan sembuh juga, biarkan waktu yang menjadi obatnya. Saat itu akan tiba, ketika aku benar-benar menerima kenyataan bahwa tidak ada lagi 'kita'. Dia yang memilih untuk membagi cintanya bersama perempuan lain, dan aku terlalu bodoh karena terus menerus menangisi dirinya dan memikirkannya. Sekarang aku sadar, aku bisa hidup tanpa adanya dia disampingku dan tanpa senyumannya. Kalau sebelum mengenal dia saja aku bisa bahagia, apa bedanya bahagia tanpa dia? Maafkanlah aku karena terlalu bodoh untuk menangisinya disetiap malamku, anggap saja aku khilaf. Aku pasti akan jatuh cinta lagi, suatu hari nanti.... Dan dengan yang lebih baik dari dirinya.
All Rights Reserved
#799
cutegirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shivviness[END]
  • Pangeran Kelas
  • Strong Girl [✓]
  • With You[us] Again
  • Rekal Rara [END]
  • NAUSY
  • Aderaga [ON GOING]
  • Dalam diam

Suatu ketika aku bermimpi. Berlari tanpa arah di tengah jalan berkabut. Dan batu kecil pun bisa membuatku jatuh tersandung. Dengan rasa sakit, tak mampu berdiri sendiri. Aku menengadahkan kepala dan melihat sosok samar orang yang kusukai. Dia hanya terdiam seraya perlahan mengulurkan tangannya menanti aku tuk meraihnya. Begitulah... tangan itu memang harus kuraih sendiri. Aku harus berusaha menggapainya. "Akan kuraih..." sesaat aku berpikir seperti itu, seraya kuulurkan tanganku padanya. Kau tahu apa yang terjadi padaku kemudian?... Tanpa kusadari ada sosok lain yang sudah lebih dahulu mendekat dan membantuku kembali berdiri. Tangannya tak hanya terulur tetapi juga dengan erat menggenggamku. "Tenanglah." bisiknya, "Aku akan selalu ada untukmu." Kabut perlahan menghilang, memperlihatkan dengan jelas sosok didekatku itu. Aku tak terkejut. Aku sudah tahu, ternyata memang dia. Selalu dia... Karena bahagia sesederhana itu..

More details
WpActionLinkContent Guidelines