Senja di Verona

Senja di Verona

  • WpView
    Reads 205
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 7, 2017
Verona. Kota Romeo dan Juliet, kota kecil dengan kisah cinta termegah sepanjang abad. Bagi Vanessa, verona adalah dunianya. Kota yang menjadi latar kisah cintanya yang sempurna. Kesempurnaan yang menghancurkannya, juga di kota yang sama. Bagi Devan, verona adalah pelarian. Kota yang dipilihnya untuk menyembuhkan. Menghimpun retak yang tidak akan lagi pernah lengkap. Senja di Verona adalah cara Tuhan untuk mempertemukan keduanya. Di penghujung musim panas, di sisa-sisa hari pada perjalanan untuk memaafkan dan penerimaan. Memberanikan diri untuk sekali lagi, menikmati senja dengan cara yang berbeda, mampukah Vanessa? Untuk sekali saja, berdamai dengan malam yang datang setelah senja, sanggupkah Devan? Akankah keduanya mau untuk mengambil selangkah saja untuk maju ke depan? Mempersingkat jarak, membiarkan tubuh saling merengkuh, berbagi kekuatan untuk sembuh. Haruskah? * Side Story dari The Season Series. Senja di Verona © 2016, Risha F. All right Reserved
All Rights Reserved
#117
love-letters
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Fragment Of Serenade (END)
  • Kamu + Aku = To Be ONE ✅
  • I'm Queen Black Rose  [ On Going ]
  • Sore, Senja, dan Hujan
  • Senja Dalam Ingatan [Completed] [Sudah Terbit]
  • Sweet Accident
  • ALBAR
  • LANGIT SENJA  (End)

Lelah, gak, sih? Mencintai sendirian? Cinta itu seperti melodi. Mengalun lembut, menyusup dalam setiap detak jantung. Namun, bagi Asha, cintanya hanyalah serenade yang terpecah. Kepingan nada yang ia lantunkan berulang kali untuk Arsen, tulus. Tanpa balas. Arsen selalu menjadi pusat dunianya, meski hanya memberinya dingin dan penolakan. Sementara seseorang diam-diam merangkai setiap kepingan yang ia tinggalkan. Mendengar setiap lirih yang tak pernah sampai pada Arsen. Ketika Asha memilih berhenti mengejar, meninggalkan serenade itu sebagai kenangan yang tak lagi ia pedulikan, hanya saat itulah Arsen menyadari. Terlambat. Karena kini, serenade Asha telah menemukan pendengarnya yang sejati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines