Story cover for SESAL by mianurkholisa
SESAL
  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Jul 14, 2016
Rumah adalah ruang cinta dan kasih untuk Ayah, ibu dan saudara-saudara. Dimana kita tak perlu takut dari ancaman luar . 
Rumah adalah tempat semua orang tuju ketika ia merasa lelah .
 Rumah adalah tempat dimana kita tak perlu malu karena menangis terlalu keras . 
Rumah adalah tempat kita mengadu kepada Ayah, ibu, kakak dan Adik setelah apa yang dialaminya seharian penuh.


Keegoisan membuatku kehilangan rumah, membuatku kehilangan cinta. 
Sayapku semakin lemah, dan tubuhku kian penat.
Aku lelah, ingin menangis meminta belas kasih sayang. Aku sendiri, sekarat dalam himpitan sendu. 
Dimana letak keadilan sang kuasa? Butakah dia, tulikah dia mendengar jerit tangisku?  Dimana cinta itu? 

Pertemukan aku dengan rumahku!!
All Rights Reserved
Sign up to add SESAL to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
RUMAH KITA by MuktaharaMukhatara
8 parts Complete
Rumah adalah tempat ternyaman dikala, hati dan jiwa kita runtuh. disaat Tenga kita habis untuk dunia ini .di saat kita capek hadapi seluruh dunia ini, rumah tempat ternyaman saat kita pulang tapi, bagaimana kalo rumah itu sendiri .bukan tempat, ternyaman untuk diri kita sendiri. maka seluruh, tubuh kita sudah hancur jikalau rumah yang selama ini tempati , di besarkan, hanya menjadi rumah singgah saja bagi diri kita bukan menjadi rumah kita. itulah yang dirasakan oleh Asyifa Zahra Wijaya di saat usia nya 12 tahun dia sudah merasakan lelah dalam hidup nya . bahkan sampai dewasa pun di Masi sama mengatakan lelah dalam hidup nya. " ya Allah aku menerima dengan takdir yang kujalani saat ini. tapi aku cuma minta satu tolong jangan samakan ,takdir ku ini dengan ,bayi yang ku kandung ini. cukup aku saja" ujar Syifa dalam doa nya " Rumah itu bukan tentang rumah yang dibangun dengan kayu, atau rumah yang dibangun dengan bata ,tapi rumah yang di bangun oleh kedua orang tua .maksudnya, rumah itu seperti orang tua dialah pokok rumah kalian ,atap dan tiang itu bagaikan kedua orang tua, dan anak-anak adalah dinding nya rumah itu , itulah rumah yang sebenarnya " ujar ustadz Yusuf dalam kajian nya __________ TIDAK SEMUA RUMAH ITU ADALAH TEMPAT TERNYAMAN! AISYAH" tegas siyfa dengan nada keras Aisyah hanya terdiam sambil matanya terus menatap siyfa yang tengah bersandar di dinding yang tak henti - hentinya menangis sambil sesekali memukul dadanya . " Aku capek " " Aku capek" " Aku capek" ujar siyfa tiga kali menatap Aisyah dengan mata yang sembab . _______ jangan dilihat ajak yuk baca buat yang merasa keluarga broken home semangat melanjutkan hidup ❗ini bukan tentang kita lemah tapi ini tentang cara melanjutkan hidup kita
You may also like
Slide 1 of 9
Pulang Tanpa Arah cover
RUMAH KITA cover
Orang - Orang Menganggapku Rumah, Namun Rumahku Siapa? cover
My beloved, My home cover
RUMAH KE DUA cover
peluk yang ku rindu cover
KARA  cover
This Is Not My House  cover
BROKEN : The secret of life cover

Pulang Tanpa Arah

10 parts Ongoing

Dulu, rumah itu penuh tawa. Katrina hidup dalam keluarga yang disebut "keluarga bahagia". Ayah yang hangat, ibu yang periang dan ceria, adik yang manja, semuanya terasa sempurna. Tapi semua berubah sejak gosip kejam itu muncul. Tentang ibunya. Tentang pria lain. Tentang aib yang membuat ayahnya hilang arah. Satu per satu, kebahagiaan di rumah itu pun runtuh. Ayah yang berubah. Ibu yang mulai menangis diam-diam. Adik yang semakin diam, semakin kosong... Sampai pada akhirnya, hanya Katrina yang tersisa. Ibu dan adiknya pergi untuk selamanya. Ayah menghilang tanpa kabar. Dan Katrina-dengan luka yang tak terlihat harus terus hidup. Pindah dari satu rumah ke rumah lain. Diadopsi, lalu ditolak lagi. Tak satu pun dari rumah-rumah itu terasa seperti "pulang". Ini bukan hanya kisah tentang kehilangan, tapi juga tentang perjuangan untuk menemukan arti rumah yang sesungguhnya-meski tak lagi ada tempat untuk pulang.