Elang
  • WpView
    Reads 254
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Wed, Jan 24, 2018
"Ketika banyak orang disana menjual harga diri bangsanya, maka kapan negara ini bisa betul-betul merdeka?" Terlahir disebuah negeri yang indah namun memiliki sejuta problematika. Nasionalisme banyak tergadaikan, Tersembunyi dibalik keserakahan dan nafsu yang merugikan. Namun itu tidak ada dalam kepribadian Elang, seorang pelajar dengan mimpi mimpinya untuk menciptakan keadilan dinegerinya sesuai pesan sang Bunda. Seperti namanya ialah sang Elang yang memiliki optimisme dan pandangan seorang visioner. Ialah sang pemberontak untuk segala kejanggalan yang terjadi, baik dalam kesehariannya maupun dalam hal yang lebih luar biasa lagi. Pribadi yang teguh atas pendiriannya dan sedikit ambisius. "Bukan menomor satukan nasionalisme dalam kepribadian, tapi nasionalisme bersama dengan jiwaku bersatu dengan urat nadi dan naruni" Inilah kisah Nasionalisme, Ironi dan Persahabatan.
All Rights Reserved
#809
sosial
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ROMANSA CINTA DI BAWAH TIANG BENDERA
  • Menerobos Kabut Merah
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • 𝐎𝐀𝐒𝐈𝐒 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐈𝐊𝐈𝐒?
  • 𝐃𝐢𝐚 𝐆𝐮𝐬𝐤𝐮!
  • LENTERA KEABADIAN By Rawnaa
  • The Golden Age
  • Dia dan Doa
  • RAACA 'the power of takdir Allah '

"Kenapa?" kata Farren sambil tetap berjalan di depan Stanley menuju kamarnya. "Apakah aku harus menjelaskannya?" kata Stanley perlahan. "Kenapa kamu batalkan yang waktu itu? Malam sialan itu?" "Tolong berhenti bertanya tentang hal itu. Tidak baik membicarakan yang buruk di malam yang baik." kata Stanley. Gadis itu menyelipkan tangan ke tangannya dan dia luluh. Ini akan menjadi malam.yang baik, pikir Farren, dan ia tersenyum. Manis sekali. * Ini cerita-cerita tentang anak-anak muda yang menantang hukum hormat di bawah tiang bendera. Bagi mereka Tiang Bendera bukan simbol nasionalisme atau patriotisme, melainkan simbol betapa sekolah adalah penjara dan guru kerapkali seperti serupa sipir. Meski mereka selalu punya kiat bagaimana menertawakan itu semua. Juga tentang bagaimana cinta tumbuh dan mati dan kembali tumbuh di bawah tiang bendera itu. "Keresahan seorang diri itu kegalauan. Keresahan bersama-sama itu perlawanan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines