Elang
  • WpView
    Reads 254
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Wed, Jan 24, 2018
WpInfo
Non-Fiction
"Ketika banyak orang disana menjual harga diri bangsanya, maka kapan negara ini bisa betul-betul merdeka?" Terlahir disebuah negeri yang indah namun memiliki sejuta problematika. Nasionalisme banyak tergadaikan, Tersembunyi dibalik keserakahan dan nafsu yang merugikan. Namun itu tidak ada dalam kepribadian Elang, seorang pelajar dengan mimpi mimpinya untuk menciptakan keadilan dinegerinya sesuai pesan sang Bunda. Seperti namanya ialah sang Elang yang memiliki optimisme dan pandangan seorang visioner. Ialah sang pemberontak untuk segala kejanggalan yang terjadi, baik dalam kesehariannya maupun dalam hal yang lebih luar biasa lagi. Pribadi yang teguh atas pendiriannya dan sedikit ambisius. "Bukan menomor satukan nasionalisme dalam kepribadian, tapi nasionalisme bersama dengan jiwaku bersatu dengan urat nadi dan naruni" Inilah kisah Nasionalisme, Ironi dan Persahabatan.
All Rights Reserved
#136
nasionalisme
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Golden Age
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • LENTERA KEABADIAN By Rawnaa
  • SYAQIL (Kuliah Tapi Nikah) || TERBIT✓
  • Langit Langit Damaskus Bersaksi
  • Menerobos Kabut Merah
  • CALISYAQIB (About a hope) (Hiatus)
  • RAACA 'the power of takdir Allah '
  • ROMANSA CINTA DI BAWAH TIANG BENDERA

[Science-Historical fiction] [Sedang dalam tahap revisi besar-besaran] Semua masa di bumi memiliki masalahnya masing-masing. Dan manusia-manusia yang hidup pada masanya, memang ditakdirkan untuk mampu bertahan di masa tersebut. Pallavi baru saja meninggalkan kampung halamannya di Indonesia dan pindah ke negara ini bersama kedua orang tuanya. Ia tinggal di tempat yang baru, belajar di sekolah baru, dengan lingkungan baru, serta mendapatkan teman-teman baru. Anak perempuan usia dua belas tahun, jujur saja, hal menarik apa yang bisa kita harapkan dari kisahnya? Bertemu dengan peri? Mendapat kekuatan ajaib? Berbicara dengan orang yang dipercaya sudah mati? Oh, jangan begitu jauh, ini bukan fantasi. Berbagai masalah yang muncul dalam kehidupannya, merupakan estetika unik tersendiri yang patut disyukuri dan diambil pelajarannya. Mungkin, belahan bumi bagian barat dengan para muslim masih tidak dapat disatukan dengan begitu baik, namun, di lingkungan yang baru ini, Pallavi belajar bagaimana caranya mempertahankan keimanannya sebagai seorang muslim. Berada di masa-masa yang sulit, membuat siapapun akan memimpikan masa-masa kejayaan. Namun jika masa kejayaan Islam di abad pertengahan juga menghadapi kehancurannya, akankah dirinya merasakan masa kejayaan yang serupa? Pallavi dan teman-temannya terlahir dan bermimpi sebagai cendekiawan. Tetapi jika apa yang dibutuhkan mereka untuk menghadapi masalah antara hidup dan mati adalah dengan menjadi seorang petarung, apakah mereka masih dapat mewujudkan mimpi mereka? Berbagai kejadian yang menyenangkan tetap ada, walaupun yang pahit turut ikut serta. Dan ternyata, siapapun dapat menyelesaikan masalah dengan peran mereka sendiri. Jadi, apakah dengan masalah kali ini, para sejarawan mau mencatat nama-nama mereka sebagai orang-orang baik? Oh, ada sebuah petunjuk! Yaitu: ketika sekelompok semut kehilangan pemimpinnya, mereka hanya akan berjalan berputar-putar sampai mereka mati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines