Love It's You [COMPLETED]

Love It's You [COMPLETED]

  • WpView
    Reads 87,995
  • WpVote
    Votes 2,944
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadComplete Sat, Dec 26, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Lo jangan berburuk sangka dulu deh." ucapnya aku langsung mengerutka jidatku. "Ahh lo yang mindahin gue kan?" ucap ku sambil memutar mutarkan jari telunjukku di mukanya. "Jangan nunjuk-nujuk bisa?" ucapnya. "Alah jangan so mengalihkan topik deh, lo kan yang mindahin gue ke kasur ya kan kan kan?" ucapku sambil menaik turun kan alisku "Dih gk ada kerjaan banget gue mindahin lo. " "Terus gue kenapa ada disini?" "Lo nggak inget? Ciyus." aku langsung menggelengkan kepalaku. "Lo mau tau siapa yang pindahin lo?" aku langsung menganggukan kepalaku. "Ya diri lo sendiri." ucapnya sambil berdiri dari duduknya dan mengedikan bahunya. Aku yang melihat itu langsung turun dari ranjang dan menggengam tangan kanan Ladit. "Eittss."tarikku. "Ishh apaan lagi?" ucapnya sambil menghadap ke arahku. "Lo pasti gk mau denger deh ciyus."ucapnya sambil menirukan ucapanku tadi. "Ih apaan sih Ladit lo tinggal ngomong aja." "Heuh tadi tuh gini, pas tadi sedang enak-enaknya gue tidur sedikit ada gerakan dari arah kanan ranjang dan itu ternyata lo yang sedang berusaha naek ke atas kasur dan ya kamu tidur di atas kasur." ucapnya aku langsung melongo. "Jadi kita berdua tidur berdua hah?" ucapku menunduk dan rasa panas di pipiku mulai terasa. "Dan bukan itu saja." dengan freak smile nya. "Hhuh apa lagi?" ucapku sambil mendongakkan kepalaku kepo. Kepo itu adalah aku. "Tadi ada yang maksa-maksa ingin nyium gue di saat mimpinya." ucapnya aku langsung melotot. "Terus!" ucapku. "Dia nyium gue--
All Rights Reserved
#562
mereka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bawa Aku Pulang (End)
  • LOVE STORY QIANARRA
  • limited to friends or falling in love '?'
  • FRIEND WITH BENEFIT (SELESAI)
  • TENTANG SEPASANG
  • CINTA SELEBGRAM DAN TUAN CEO (SELESAI)
  • Laura Lateranita Putri Victor

By a True Story Tentang dua anak muda yang menghabiskan waktunya bersama di masa putih abu-abu. -- Ponselku bergetar. Layarnya menyala terang. Nama Widya muncul di sana. "Za. Belum tidur?" Tanyanya dalam pesan itu. Aku melirik jam yang terdapat di sudut kanan atas layar ponsel, mendapati kini sudah jam dua pagi. "Belum, kenapa, Wid?" Aku bertanya balik. "Temenin gue teleponan dong! Gue enggak bisa tidur, nih." Sebenarnya, walau berada di kamar, aku sedang sibuk bekerja dengan komputerku. Namun, sejak mengenalnya delapan tahun lalu, aku selalu saja tidak bisa menolak permintaannya. "Oke." Balasku singkat sebelum akhirnya ponselku berbunyi, ada telepon masuk darinya. "Masih kerja?" Terdengar suaranya di sebrang sana. "Udah selesai, kok." Aku terpaksa berbohong. Padahal, aku mengesampingkan pekerjaanku untuknya. "Kenapa? Kok susah tidur? Emangnya mikirin apaan?" "Enggak tau, nih. Akhir-akhir ini, rasanya susah banget tidur cepet." "Lu kebanyakan tidur siang kali? "Bisa jadi, sih. Soalnya gue tidur bangunnya agak siang. Hahaha. Omong-omong, gue ganggu, enggak?" "Ganggu? Enggak, kok." "Emang lu lagi di mana, Za?" Tanyanya. "Di kulkas." "Hahaha." Ia tertawa. Aku selalu suka mendengar tawanya. "Serius ih! Lu lagi di mana?" "Di rumah, Wid. Kenapa, sih?" "Gapapa, nanya aja." Balasnya. "Oh iya, selain kerja, lu sibuk apa lagi deh akhir-akhir ini, Za?" Tanyanya padaku. Entah apa jawabanku atas pertanyaan itu. Yang jelas, aku bicara dengannya cukup lama. Mulai dari membicarakan soal kesibukan selain pekerjaan, sampai akhirnya membicarakan masa-masa SMA, dulu. Iya, Widya adalah temanku saat masih SMA. Aku mengenalnya sejak delapan tahun lalu. Aku ingat bagaimana aku mulai mengenalnya waktu itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines