Feliz Navidad!

Feliz Navidad!

  • WpView
    LECTURES 285
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., juil. 25, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Terkadang apa yang kita pikirkan atau bayangkan tidaklah sesuai dengan apa yang terjadi pada kenyataan. Pilihan demi pilihan datang menghampiri, memberi warna pada hidup yang abu-abu. Tapi melepas apa yang sudah digenggam bukanlah hal mudah. Mempercayai sesuatu yang sudah lama ditolak oleh otak dan hati juga bukanlah hal mudah. Semua sulit. Hidup itu sulit. "Aku mencintaimu walau susah. Aku menyayangimu walau sulit. Keadaan dan dirinya membuatku bimbang. Atau sebenarnya aku tidak memahami kenyataan? Bukan kau tapi dia? Atau kalian berdua lah takdirku? Atau orang lain? Arghhh ini menyusahkan dan aku benci berada didalamnya!" -Felicia. Klise but complicated. Keadaan membuat kisah cinta yang harusnya mudah mencapai happy ending malah terasa sulit bahkan tak mungkin. Atau sad ending memanglah yang terbaik? Whos know. Feli(z) Nath(vi)Dave. Miracle in Christmas. Harapan terakhir untuk bertahan pada takdir yang hobby menyakiti hati.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Hopeless
  • Passion Of Love ✔
  • Fight For You
  • Ranting Kering  (END)
  • Sanskara Sky [END]
  • EX's (Completed)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Secrets
  • Kamu Bukan Untukku [TAMAT/REVISI]
  • ONE MORE TIME
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu