We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Siapa Tahu Jodoh

Siapa Tahu Jodoh

  • WpView
    Reads 98
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 16, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Siapa tahu jodoh ? Ada seorang laki-laki yang mampu membuat ku nyaman dengan sifatnya,dari sekian banyaknya laki-laki yang mencoba untuk mendekatiku,dia berjalan menghampiri ku yang sedang duduk sendiri di sebuah restaurant dan ia menyapaku. "Permisi, boleh saya duduk disini?"tanyanya "Tentu,memangnya kenapa dengan bangku disebelah sana?" "Bangku disebelah sana penuh dan hanya bangku yang kamu tempati yang kosong" "Baiklah, silakan. Setetelah beberapa menit kemudian, laki-laki itu membuat perbincangan dengan ku sambil menikmati hidangan di restaurant itu. "Halo,perkenal kan nama saya azlis" "Nama saya zusli " "Kamu sedang apa duduk sendiri di sini?" "Ah,aku hanya lapar dan ingin makan di restaurant ini" "Ah, baiklah senang bertemu dengan mu." "Tentu,aku juga senang bertemu dengan mu" "Mari kita makan, makanan sudah datang" "Baiklah,silakan" Pada saat itu mereka telah menghabiskan makanan nya, dan mereka melanjutkan perbincangan kembali. "Makanan disini benar-benar enak sekali" "Benar,ini adalah restaurant yang paling aku suka" "Memangnya kamu sering mendatangi restaurant ini" "Ah, tidak juga hanya ketika aku sedang ingin makan di restaurant saja" "Ah, begitu?, baik lah saya akan segera pergi saya harus kembali bekerja" "Oh ya tentu silakan" "Boleh saya minta no telepon mu"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tokoh Utama
  • Naughty Nanny
  • Eat, Bread and Love (TAMAT)
  • My Brother | X1
  • ALIF CLASS TREASURER [COMPLETED]
  • Ali & Fatimah
  • RAKAALENA
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Dua Jejak (novel teaser)

" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines