Why Always Me

Why Always Me

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 22, 2016
"Bianca?" sapa Kevin dengan lembut. Tak lama kemudian tingkah lucu tidak sengaja dilakukan oleh Bianca. Ia sesekali menggaruk hidungnya yang memerah, dan memainkan rambut ikalnya yang tergerai ke bawah. "Ya, Kevin ada apa?" Bianca mengumpulkan tenaga yang sangat extra saat ia harus berhadapan dengan laki-laki yang membuat hidupnya lebih berwarna. Ia Kevin, kakak dari Allea, sahabatnya sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Cake
  • New Universe : Transmigration
  • Espresso & Beauty Barista✓
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)
  • Akhir Tak Bahagia (END✅)
  • THE CLIMB [Completed]
  • A Lesson For Us
  • My Love Partner Asing(CEO)

"Kan, apa sih cinta menurut lo?" Tanya Kevin seraya tersenyum menatap langit sore. Kania terdiam sejenak menatap Kevin. Hatinya tiba-tiba sakit. "Gue nggak terlalu paham tentang definisi cinta, yang jelas cinta itu menyenangkan. Walau terkadang menyakitkan." Ujar Kania seraya menatap langit sore. "Menurut gue cinta itu seperti cup cake." Kania menatap Kevin penasaran. Kevin tersenyum membayangkan wajah Sabrina yang tersenyum menatapnya. "Terlihat manis dan menyenangkan. Ingin rasanya mencoba dan mencari tau seperti apa rasanya. Ternyata rasanya sangat manis. Seperti cinta." Ujar Kevin seraya membayangkan Sabrina. "Vin?" panggil Kania dalam hati. "Kan? Aku berharap kamu juga merasakan apa yang aku rasakan saat ini." Kania menganggukkan kepala sembari tersenyum menatap Kevin. "Iya. Pasti! Suatu saat nanti." Jawab Kania. Mereka menatap langit sore bersama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines