HOPE
  • WpView
    Reads 3,544
  • WpVote
    Votes 258
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 28, 2016
HOPE "ketika hanya harapan yang bisa ku berikan" Di sela senja sore itu, dia datang padaku. Kami berbaring di atas padang rumput. Berbaring dengan memandang langit yang sama. Berbaring dengan mensejajarkan wajah kami, membentuk arah angka jarum jam enam. Mata kami bertaut. Di saat itu pula dia mengatakan sesuatu yang buatku tak dapat berujar sepatah katapun. "Gue cuma bisa ngasih lo harapan, ngga lebih. Gue minta, kalau suatu hari Tuhan ngga ngizinin kita bersama. Harapan itu masih tetap ada di lo. Sampai harapan itu gue tagih ke lo lagi. Entah berapa lama tenggang waktunya, gue mau, lo tetap pegang harapan dari gue ini. Promise?" ucapnya. Aku mengangguk pelan. Ku pandang wajahnya. Wajah dingin yang sering ku lihat itu seketika berubah hangat. Sehangat jemariku yang ditautkannya di jemarinya. Dan... diciuminya untuk beberapa kali.
All Rights Reserved
#24
stefanwilliam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • RINDU DI PENGHUJUNG SENJA
  • #1 | Love in Chaos [Sudah Terbit]
  • Senja Tanpa Jingga
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • Semesta
  • KITA DAN SEMESTA
  • T I M E

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines