Rumah Hati

Rumah Hati

  • WpView
    Reads 8,589
  • WpVote
    Votes 440
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 20, 2019
Bagi Rayya, Jakarta dengan segala hiruk pikuknya merupakan kota pelarian. 'Berlari' dari kenangan masa lalunya. Menyembuhkan luka di Jakarta adalah hal yang dipilih Rayya. Namun, ternyata Rayya memiliki ketakutan untuk pulang ke rumah. Pulang ke kota kelahirannya. Rayya takut masih merasakan luka masa lalunya. Rayya butuh waktu bertahun-tahun untuk berani pulang. Namun, saat Rayya berhasil untuk pulang dan luka masa lalunya mulai sembuh, sosok di masa lalu yang membuatnya terluka tiba-tiba hadir. Akan kah Rayya memilih untuk menerima kehadiran sosok di masa lalunya itu? Bagi Bhumi, Jakarta telah menghancurkan semua impian masa depan yang telah dibangunnya selama bertahun-tahun. Merelakan wanita yang sangat dicintainya untuk mewujudkan Jakarta's Dream ternyata harus berakhir dengan sebuah pengkhianatan yang begitu menghancurkan hatinya. Sejak kejadian yang menghancurkan seluruh mimpinya, Bhumi pun tidak pernah mau datang ke Jakarta dengan pesawat. Bandara Jakarta menjadi gerbang yang menghancurkan semua impiannya. Bertahun-tahun Bhumi berusaha untuk berdamai dengan masa lalunya. Akan kah Bhumi dapat berdamai dengan masa lalunya?
All Rights Reserved
#86
pulang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang Kota Ini
  • Restore Me | TAMAT✔
  • Saat lalu menyapa untuk kembali
  • Journey Of SaSea
  • 3726 MDPL : KALENDRA DAN SENJA
  • My First Experience
  • Berbahagialah Dengan Rumah Barumu
  • Jogja Punya Sepasang Rahasia
  • Kidnapping the General's Daughter

Hari ini, Ayah membawa kami pergi dari Ibukota dan memilih kota Yogyakarta sebagai tempat singgah sementara; katanya. Tepatnya di Rumah Oma yang terdapat keluarga besar yang dari dulu tinggal di sana. Canggung, banyak berpikir buruk tentang mereka karena sikap yang diperlihatkan. Di Jakarta saja Aku dengan Ayah, Bunda dan ketiga Adikku saja tidak memiliki hubungan yang begitu dekat. Apalagi di sini? Semakin asing dan terasa diasingkan. Namun, sepertinya mata dan hatiku sedang tertutup rapat selama di kota ini. Aku menganggap Yogyakarta bukanlah tempatku. Aku tidak bisa ada di sana. Apa kalian juga berpikir seperti itu? Pasalnya, ada beberapa manusia yang kutemui di sini, salah satunya si manusia itu. Dan kembali ke hal utamanya, mata dan hatiku sedang tertutup kala itu. Semua akibat terlalu gelisah mengenai rumah besar Oma ini, tentang segala yang berada di dalamnya. [[Cerita ini sedikit mengulik tentang perasaan seorang remaja perempuan yang mendapat peran sebagai kakak pertama. Dunianya hanya penuh dengan dirinya sendiri; fotografi salah satu di dalamnya. Namun, selalu terbesit dalam hatinya untuk berbicara pada dunia. Ia ingin lebih dari ia yang sekarang, ia selalu merasa tak pernah menjadi seorang kakak, ia tak pernah merasa menjadi sesosok teman, ia hanya ingin seperti manusia lain yang terlihat biasa saja dengan manusia lainnya. Tentu ingin menjaga keluarganya, bukan dengan tetap bungkam. Ia ingin bersuara dengan berjuta makna katanya. Namun, apakah bisa? Rasanya tidak kalau ia masih membuka mata dan hatinya untuk dunia; terutama orang-orang yang ia temui di Yogyakarta.]] Update setiap JUMAT👀

More details
WpActionLinkContent Guidelines