Buku Galau

Buku Galau

  • WpView
    Reads 3,054
  • WpVote
    Votes 155
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 22, 2016
Setelah semua yang gua pernah alamin, akhirnya gua meyakinkan diri gua buat nulis ini semua. -Adi- Tulisan didalam sini hanya didedikasikan untuk mereka yang patah hati, terus menanti, dan mereka yang merasakan kegalauan dalam hidupnya. Segala bentuk kegalauan yang akan muncul bukan tanggung jawab penulis
All Rights Reserved
#74
terluka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benalu [Terbit]
  • I KNOW YOU DON'T CARE
  • The Slice Of Life (TAMAT)
  • JUST ADMIRER
  • Hypomone {ὑπομονή} || END✓
  • SILENTIUM || End✓
  • Luruh [ FINISH]
  • DEDEL(Zeedel)                                         (Slow Update)
  • Ad Meliora || END✓
  • ZeBara

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines