Destiny Of Love

Destiny Of Love

  • WpView
    Lecturas 60
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ago 6, 2016
WpInfo
Fanfic
"Saya engga cinta sama kamu." Ucap Seorang gadis cantik ke-ayuan yang masih menggunakan seragam putih abu-abu itu kepada seorang lelaki tampan, lelaki itu terlihat cuek dan acuh tak acuh saja padahal gadis yang berdiri di depannya sedang menahan emosi dengan wajah memerah dan juga tatapan yang tajam. "Lo itu cinta sama gue tanpa lo sadari," Ucap lelaki itu memberikan jeda. "Tanpa lo sadari, di hati lo itu ada nama gue. Terkunci rapat tanpa seorang pun tau sampai-sampai lo sendiri pun engga tau" Lanjut lelaki tampan itu santai sambil menatap gadis yang berada di hadapannya itu. Gadis itu semakin dibuat kesal karna perkataan lelaki yang kelewat santai itu. Lelaki itu hanya tersenyum simpul Lalu ia berbalik dan berjalan selangkah demi selangkah pergi meninggalkan gadis itu. Dan tanpa di ketahui gadis itu, lelaki itu akan menghilang dari kehidupannya. Ia tak kan kembali sebelum takdir mengizinkannya bertemu dengan gadis itu lagi.
Todos los derechos reservados
#383
destiny
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Tokoh Utama
  • Kamu
  • G.H.E.A ✔[END]
  • Semu [Completed]
  • LAUREN
  • Sadewa (END)
  • KERLIP BINTANG CINTA
  • THE CLIMB [Completed]
  • Fall And Love
  • Dusk In Your Eyes

" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido