aku dan lelakiku

aku dan lelakiku

  • WpView
    Reads 127
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 21, 2016
Kisah ini berawal dari kesulitan ku utuk mencintai seseorang, seseorang yang benar adanya di hati aku. Berawal dari perkenalan yang tak terduga, hari itu tuhan benar-benar memberikan karunianya ketika kita yang mencari lalu di pertemukan. Menjalani dan mengenal lebih dalam, merangkai kisah bersama. Taperlu waktu lama untuk kita melangkah ke jenjang yang lebih serius karena aku berfikir bahwa dialah yang selama ini aku cari dan inilah jawaban semua doaku. Kisah kita tidaklah tampa cobaan, cobaan datang silih berganti namun kita lalui bersama hingga semua terasa lebih sempurna. Kesempurnaan yang kita rangkai bersama dengan jalinan kasih di setiap genggam tangan kita, di setiap ayunan langkah kita bahkan di setiap hembusan nafas aku selalu berusaha meminta pada yang menyiptakan aku dan menyiptakan pemilik tulang rusuk ku agar kita selalu di berikan kesempurnaan cinta menurut bahasa kita sendiri. Rekan rekan ku semua, cinta itu bukan hanya menyayangi seseorang dan menjalani hubungan, tapi lebih dari itu karena cinta itu ada untuk saling melengkapi merubah tangis menjadi bahagia, merubah keramaian menjadi sepi, merubah sepi menjadi keramaian, merubah kekurangan menjadi kelebihan dan merubah memiliki menjadi saling menjaga. Tiadalah cinta yang tulus hingga kau benar benar ikhlas mencintainya, mencintainya karena waktu yang menemukan kita hingga semua terasa jauh lebih indah, jauh lebih bermakna dan jauh lebih megah. Bukan megah karena tinggal di dalam istana yang mewah serba ada tapi mewah karena menghias dalam doa dan usaha kita. Menjaga dan memperbaiki semuanya bersama sama. Seperti apakah cobaan itu? Bagaimakah tips untuk menjaga hubungan ini? Oke temen temen kita ulas semua dengan tips bercinta ala kita
All Rights Reserved
#6
lelakiku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • TITIK DAN MATAMU
  • HATI💔 YANG TERPILIH
  • "TEMAN HIDUPKU"
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • You are in my past and my future [END]
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • Perjalanan Cintaku...
  • Kutinggalkan dia karena Dia

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines