Puisiku
  • WpView
    Reads 302
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 28, 2017
Diam... Bukan mauku selalu membungkam di depan mereka. Tapi apa mereka peduli? Aku fikir tidak. Mereka hanya ingin tau dan menilai apa yang terjadi. Menulis.. Bukan mauku untuk menjadi yang mereka idolakan dengan sejuta ide dan kreasi. Tapi setiap imajinasi selalu muncul dan menjadi nyata. Apa harus berhenti menulis? Lalu dengan cara apa lagi aku meluapkan semuanya ? Tuhan... Bukan mauku menjauh dan mendekat ketika mendapat cobaan. Tapi tuhan masih memintaku terus selalu bersabar menunggu. Lalu bagaimana jika mereka selalu merendahkan, menilai bahkan memfitnah diriku yang jelas tidak mengerti apa yang mereka tuduh? Apa harus selalu diam ? Oh.. Ini puisi dari beberapa imajinasi dan pengalaman~ Hai Plagiats, copast? izin dulu ya Check it out~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Why?? Kumpulan Cerpen✔
  • [✔] HEY TWINS!
  • Kutinggalkan dia karena Dia
  • Sejauh Januari-Desember// Na Jaemin
  • TIME will TELL {On Going}
  • di akhir perang
  • Air Mata Cinta
  • BENANG MERAH (End)
  • ENDLESS SUFFERING [•Halilintar•] Empire Era

"Aku yang selalu tersakiti... Padahal aku hanya ingin merasakan arti kebahagiaan, tapi KENAPA begitu susah?" -Why #Kumpulan Cerita Pendek #NoCopPast!! #Belajarlah Untuk Kreatif

More details
WpActionLinkContent Guidelines