Uncontrollable

Uncontrollable

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 19, 2016
Lima rencana yang siap Zie lancarkan yaitu; 1. Kembali 2. Mengulang dari awal 3. Bagaimana pun caranya Zie harus berpacaran dengan Aaron 4. Mematahkan hati Aaron dan itu harus kejam! 5. Pergi Semudah dan sesingkat itu. Tapi semuanya malah melenceng jauh dari perkiraan McKenzie Reid, memang semuanya berjalan lancar sampai ke rencana empat. Namun yang terakhir ... sulit untuk Zie lanjutkan karna kehadiran si kalem Gavriel dan serangan manis dari Aaron setelah mereka putus. Zie bingung, karna Gavriel menyita hatinya. Sedangkan Aaron menyita pikirannya. Dan semua ini bagai De Javu, karna Zie harus menghadapi sebuah batu karang yang sama. Semuanya berawal dan berakhir tepat disini. - - Tolong jangan ngajak tubir dengan cara plagiat dan something like that, hehe(':
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Girlsfriend's best Friend
  • Lembayung Cinta di Langit Senja (Terbit Self Publishing)
  • Entangled 2 (lanjutan)
  • LOVE AT THE NEIGHBORHOOD
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • RUN-AWAY
  • Kumpulan Novelet Romansa (one shoot)
  • Second Life: Breytast Awan! [END]
  • Aza's Story
  • Having You Again ✔(TERSEDIA EBOOK DI PLAYSTORE)

Shortstorry Tita benar-benar tidak mengerti arti dirinya bagi Adit. Cowok kaku, irit bicara, dewasa, yang sialnya begitu dicintai olehnya. Adit selalu menomor dua-kannya dengan Rani 'sahabat' cowoknya. Bukan sekali dua kali Adit melupakan janjinya dengan Tita, tapi berkali-kali dan alasannya lagi-lagi karena Rani. Katakanlah dirinya bodoh yang selalu mau memaafkan Adit dan melupakan kesalahannya itu, tapi lama kelamaan perasaannya sakit juga. "Hn." deheman Adit membuyarkan lamunan Tita. Tita mendongak begitu melihat Adit berdiri menjulang di hadapannya, dengan wajah flat seperti biasa. Tita tersenyum tipis, ia menyemangati dirinya dalam hati untuk menyampaikan isi hatinya. Sekarang atau tidak sama sekali, batinnya. "Ada apa? jika tidak ada sesuatu yang penting---" "Kita putus saja yaa," potong Tita dengan senyum lima jarinya. Perkataan Tita sukses membuat Adit terpaku di tempatnya. "Terima kasih untuk empat tahun terakhir ini, maaf jika aku merepotkanmu selama ini. Jaga dirimu baik-baik, jangan lupa makan yang teratur. Dan ucapkan salamku pada Rani, terima kasih telah menjagamu selagi aku tidak berada di sampingmu. Kalau begitu aku pulang, Bye Dit." Ucap Tita masih dengan senyuman meninggalkan Adit yang diam membisu di tempat. Kakinya seolah mati rasa saat Tita mengucapkan hal yang tak pernah terpikirkan olehnya. Tanpa Adit sadari setelah Tita membalikkan tubuhnya memunggungi mantan kekasihnya, saat itu lah air matanya turun dengan deras bahunya bergetar menahan suara tangisnya takut Adit mendengarnya. Tita pikir dirinya kuat untuk bertahan di samping pria yang selalu melupakannya, tapi ternyata dugaannya salah. Dia tidak sanggup lagi untuk bertahan di sisi Adit, toh selama ini yang selalu menjadi pusat dunia Adit bukan dirinya melainkan Rani-sahabatnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines