Cafe Story

Cafe Story

  • WpView
    Membaca 207
  • WpVote
    Vote 11
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Des 8, 2016
Diumur yang sudah dewasa ini, mungkin kebiasaanku minum susu sudah tidak wajar lagi. Tapi apa mau dikata, dari kebiasaan itulah semua cerita cintaku berawal. "Valencia Stephany Sanders" Banyak orang mencibir pekerjaan muliaku. "Apa bagusnya menjadi seorang pengantar susu? Sungguh bodoh!!". Namun, dari situlah aku menemukan cinta sejatiku. "Zion Arden Hayes"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nothing, But You...
  • between us
  • MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ]
  • Run to You ( V A N I L L A )
  • Thank You
  • Perfect Duet
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy
  • Syahara (Ending)

Romance story about Arlita dan Arnanda. Arlita Naraya Tirta Rutinitas sehari-hariku sering dibilang membosankan oleh banyak orang, termasuk teman-temanku. Bagaimana tidak, setelah 5 hari bekerja dari pukul 8 hingga 5 sore, tak membuatku berkeinginan berlibur atau sejenak keluar untuk menenangkan pikiran di saat weekend tiba. Beberapa kali temanku mengenalkan seorang pria untuk sekedar mewarnai hidupku yang membosankan itu, namun aku tak pernah menanggapinya lebih. Hingga aku bertemu seorang pria yang membuatku terpukau saat pertama kali mendengar suaranya. Entah mengapa, aku menyukai suaranya. Lalu pertemuan-pertemuan lainnya yang tak ku sengaja terjadi membuatku menaruh hati pada pria itu. *** Arnanda Narendra Bimana Di umurku yang sudah menginjak 35 membuatku selalu dikejar oleh pertanyaan yang muak ku dengar. Segala ide perjodohan yang keluargaku dan kawan-kawanku atur tak ada satupun yang membuatku berkeinginan untuk mengenal lebih jauh wanita-wanita itu. Penampilan ala kadarnya itu membuatku terpana, aku tak pernah melihat perempuan yang seperti itu. Daster sepaha dengan warna yang sudah pudar, wajah yang tak dihiasi make up, dan dengan rambut yang asal-asalan ia cepol. Namun, entah parfum apa yang ia pakai hingga tercium olehku. Lalu untuk pertama kalinya sejak sekian lama, hatiku berdebar mendengar perempuan yang tak ku ketahui namanya itu memanggilku dengan "mas". Hatiku tergelitik ingin mengenalnya lebih jauh. Tidak, aku ingin memilikinya saat itu juga. Konyol memang, namun aku tak mampu membohongi diriku.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan