Calibraska // jack and jack

Calibraska // jack and jack

  • WpView
    Reads 321
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 26, 2016
WpInfo
Fanfic
"Memangnya kau pikir, untuk apa semua hal yang telah kita bangun selama ini?" ucap gadis itu lemah. Rambut cokelat gelapnya jatuh menutupi sebagian wajah cantiknya. Lelaki yang ditanyakan diam membeku. Matanya menatap ke segala arah, asalkan tidak bertemu dengan mata hazel milik gadis di depannya. Dari semua kata yang sudah ia siapkan di kepala, yang bisa keluar dari mulutnya hanya sebuah, "Maaf." Dengan itu, si lelaki bernama Jack Johnson segera menyusul temannya yang bernama Jack Gilinsky dan memasuki mobil, pergi meninggalkan hatinya di bersama gadis yang sedang menangis itu. *** [in which two guys named jack and jack left their good life for a better life. but little did they know, nebraska has given them the best life.]
All Rights Reserved
#26
jackgilinsky
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's Always Been You✔️
  • Summer Runaway ➳ m.e (bahasa Indonesia)
  • Cegilbar (cewek gila bar-bar)
  • Love Enemy!
  • Cemara milik kita || nct dream (Terbit)✔
  • One Last Chance
  • Perihal Sandwich(End)
  • Unraveled

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines