AYAH
  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 3, 2019
Ini hanya sebuah kisah sederhana Yang tercipta melalui rangkaian kata Kisah antara Ayah dan Ananda Ketika diam tak menyelesaikan apa-apa Yang ada hanya sebuah prasangka Dan penyesalan adalah akhirnya ******************************************* Hay saya balik lagi untuk buat work baru.. Semoga kalian suka dengan apa yang akan saya sajikan di work kali ini... Karena jujur ini pertama kalinya saya mencoba membuat puisi yang terangkai menjadi sebuah jalinan cerita sederhana jadi apabila masih terdapat banyak kesalahan dalam EYD dan sebagainya saya akan merasa senang sekali jika dari para readers bisa memberikan saya kritikan. Ps : Silahkan vote atau coment jika kalian merasa work saya ini pantas mendapatkannya.
All Rights Reserved
#108
ananda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Diksi Dalam Sepi
  • PROSA
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • Sepotong Kekosongan [ THE END ]✔︎
  • Mahligai Sunyi
  • Sasmita Nivriti

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines