We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Dalil Bintang

Dalil Bintang

  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 20, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
"Bintangnya menghilang," ucapku ketika baru menyadari jika tak ada satu pun bintang yang bertengger di langit. "Hilang?" balas seorang gadis di sebelahku. "Iya," aku mengangguk mantab. Selama lebih dari satu jam kami berada di sini, ini adalah kali keduanya kami berdialog. Sedari tadi kami hany fokus menikmati keasyikan kami sendiri-sendiri. "Bintang enggak mungkin menghilang, Ra," ucapnya. Kemudian ia kembali memandang ke arah langit. "Bintang-bintang itu masih berada pada posisinya masing-masing. Bintang enggak mungkin pernah meninggalkan langit. Mereka cuma tertutup awan." Aku mengerutkan dahi mencoba mencerna ucapannya. 'Ah, ia terdengar seperti benar-benar pernah melihat bintang-bintang di sana secara dekat saja, gumamku. Apa dia bidadari surga? Jika dilihat dari cara ia menatap, ia memang terlihat seperti merindukan benda-benda gemerlap di ketinggian sana. Lalu, apa gerangan yang membuatnya jatuh ke bumi?' "Kamu harus sabar sampai awan-awan itu perlahan terurai menjadi hujan. Karena memandang bintang pasca hujan sungguh sangat indah menawan," lanjutnya, tersenyum sendiri menatap langit. Aku tercengang mendengar ucapannya. Kemudian ia menoleh ke arahku dan memberikan senyum yang mengalahkan keindahan bintang yang kurindukan. 'Sial!,' gerutuku dalam hati. 'Sepertinya ia memang benar adalah bidadari!' Apakah seperti ini indahnya senyum bidadari?
All Rights Reserved
#1
dalil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang Mu Bintang Ku
  • [1] ESTRELLA (END)
  • Pelangi sehabis hujan
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • BIDADARI TERSEMBUNYI
  • langit biru
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)

"Kamu itu seperti bintang, menyinari malam gelapku, tapi kamu hanya bisa ku tatap tanpa bisa ku rengkuh, karena kamu jauh dan aku takkan bisa menggapaimu, apalagi memilikimu" Iben berkata lirih sambil menatap jutaan bintang di langit yang sedang kita pandangi malam ini. Aku hanya diam mendengarkannya. Saat itu aku tidak faham dengan apa yang dia ucapkan. Yang ku tahu aku nyaman dengan posisiku sekarang, bersandar membelakangi punggungnya sambil melihat bintang dan menikmati angin malam. Hanya berdua dengannya, di atap rumah, tempat favorit kita berdua. Tanpa ku tahu akhirnya bahwa malam itu adalah malam terakhir kita menatap bintang bersama, berdua.. * Sebuah kisah tentang kenangan cinta pertama *

More details
WpActionLinkContent Guidelines