Dalil Bintang

Dalil Bintang

  • WpView
    LECTURES 52
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., juil. 20, 2016
"Bintangnya menghilang," ucapku ketika baru menyadari jika tak ada satu pun bintang yang bertengger di langit. "Hilang?" balas seorang gadis di sebelahku. "Iya," aku mengangguk mantab. Selama lebih dari satu jam kami berada di sini, ini adalah kali keduanya kami berdialog. Sedari tadi kami hany fokus menikmati keasyikan kami sendiri-sendiri. "Bintang enggak mungkin menghilang, Ra," ucapnya. Kemudian ia kembali memandang ke arah langit. "Bintang-bintang itu masih berada pada posisinya masing-masing. Bintang enggak mungkin pernah meninggalkan langit. Mereka cuma tertutup awan." Aku mengerutkan dahi mencoba mencerna ucapannya. 'Ah, ia terdengar seperti benar-benar pernah melihat bintang-bintang di sana secara dekat saja, gumamku. Apa dia bidadari surga? Jika dilihat dari cara ia menatap, ia memang terlihat seperti merindukan benda-benda gemerlap di ketinggian sana. Lalu, apa gerangan yang membuatnya jatuh ke bumi?' "Kamu harus sabar sampai awan-awan itu perlahan terurai menjadi hujan. Karena memandang bintang pasca hujan sungguh sangat indah menawan," lanjutnya, tersenyum sendiri menatap langit. Aku tercengang mendengar ucapannya. Kemudian ia menoleh ke arahku dan memberikan senyum yang mengalahkan keindahan bintang yang kurindukan. 'Sial!,' gerutuku dalam hati. 'Sepertinya ia memang benar adalah bidadari!' Apakah seperti ini indahnya senyum bidadari?
Tous Droits Réservés
#275
malam
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • BIDADARI TERSEMBUNYI
  • Dear... Nadin From *Anonymously*[Selesai√]
  • Tentang Mu Bintang Ku
  • Pelangi sehabis hujan
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • langit biru
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)

Ketika langit mulai melewati pagi hingga petang. Warna berubah menyisakan puing-puing kenangan tentang masa lalu. Dalam bait-bait rindu tersimpan rapi goresan tentang kala itu dimana awan berlari hingga mencapai mentari yang menghanguskan pandangan mata. Inilah cerita yang belum rapi. Belum pula mencapai waktunya. Habis pecah terlerai masa. Hingga bertemu kembali dengan cahaya terang yang menghangatkan qolbu. Dialah bidadari yang bersembunyi dan selama ini aku cari.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu