FOREVER
  • WpView
    Reads 184
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Tue, Jul 26, 2016
[CERPEN] "Aku harus meninggalkan kota ini, aku harus melanjutkan sekolah di kota kelahiran ibuku. Mungkin membutuhkan waktu yang lama, dan selama itu-" "Aku mengerti." Fabian menatap mata emerald itu dalam-dalam. Elyssa berkata dengan sungguh-sungguh. Mata itu tidak berbohong. Elyssa sudah tahu bahwa hal ini akan terjadi. Fabian pasti akan meninggalkannya dan juga melupakannya. Ia sudah menerima ini sejak beberapa hari yang lalu. Copyright ⓒ 2016
All Rights Reserved
#20
everlasting
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DENTING  [Revisi]
  • The Story About US
  • The Other Side [Telah Difilmkan & Diterbitkan]
  • book i | everglow ✔️
  • Arjuna
  • Alfa & Luna (END)
  • BACK TO YOUR TIME [TERBIT✔️]
  • Androphobia Love ✔
  • 1.3 | lines ✓
  • Another Goodbye (The Other Side 2)

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

More details
WpActionLinkContent Guidelines