We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
A WEEK WHEN I SEE THEM

A WEEK WHEN I SEE THEM

  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 18, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Seorang mahaguru asal Yunani pernah bertanya, 'apakah yang paling dicari oleh manusia?'. Lalu, seorang murid menjawab, 'Kesenangan, manusia akan selalu mencari kesenangan, batiniah ataupun lahiriah'. Apakah benar adanya? Karena, Tuhan memberikan karunia-Nya tanpa manusia ketahui ataupun kehendaki. Bahkan terkadang tanpa pilihan. Semisteri itu hari esok, lusa, dan beberapa tahun yang akan datang. Seperti permainan 'russian rolette', nasib manusia siapa yang tahu. Hanya aku, si pemilik hati yang tahu. Begitu senang, sedih, gelisah, ragu, kecewa, kagum dan rasa lain yang kusimpan sendiri dalam hati. Dan jauh, jauh, begitu jauh di bawah sanubari yang kusadari. Hingga aku tak lagi merasa apapun yang aku rasakan. Semua rasa, telah tenggelam, hilang bahkan, bersama dengan masa lalu yang kelam nan dingin, tapi begitu berbekas. Seperti baja yang telah di tempa. Aku kuat tapi rapuh. Aku hampakan kisah ini pada awalnya, tapi aku tidak yakin jika pada akhirnya kisah ini akan jadi berwarna, atau hanya akan muncul kehampaan yang lain. Akankah rasaku bisa mengambang seperti buih di lautan? Atau hanya tenggelam bagaikan batu yang tenggelam di palung mariana? Atau meleleh seperti es kutub? Kepada siapa aku bertanya?
All Rights Reserved
#2
staystrong
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • LENGKARA
  • Ratusan Hari Mencari Hati
  • Perjalanan Cintaku...
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • Romansa Mayor [ TERBIT ]
  • Chasing A Mirage
  • Prambanan Obsession (END)

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines