Skylage
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 23, 2017
(Fantasy & Romance) Hidup ku cenderung monokrom, seperti remaja lainnya yang berusia 16 tahun yang masih mercari tahu makna hidup yang sebenarnya, namun hal-hal aneh dan tak logis mulai bermunculan semenjak aku memutuskan untuk kembali ke kampung kelahiranku dan tinggal dengan nenekku karna sebuah musibah. Aku melihatnya... Awalnya hanya mimpi namun lama kelamaan ini terasa jelas, es itu dingin bahkan lebih dingin dari yang aku tau,namun entah mengapa aku terlalu nyaman di tempat ini. Tapi kau tau awalnya aku tak percaya hal-hal berbau fantasy dan mystery Namun seiring berjalannya waktu semua terkuak. Oh tidak apakah mimpiku menjadi nyata???
All Rights Reserved
#717
mystery
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rasa di Dunia yang Terlupakan
  • THE SECOND ENDING [END]
  • (Book 1) Gadis Yang Terlempar Ke Bhumi Javacekwara (END)
  • Behind the Chill of the Night Wind (HIATUS)
  • BOUND
  • Recurring Abyss | Volume 0

Di ujung lorong dunia yang tak terjamah peta, berdirilah sebuah restoran kecil-hangat, remang, dan ajaib. Tak ada papan nama, tak ada antrean manusia. Namun malam demi malam, kursi-kursi kayu diisi oleh tamu-tamu dari kisah yang terlupakan: Banshee yang menangis dalam diam, Putri Duyung yang kehilangan nada, Gumiho yang menyembunyikan luka, hingga dewa bersayap yang tak sanggup berbicara. Di balik meja dapur, seorang pria memasak bukan untuk perut, melainkan untuk jiwa. Ia tak banyak bicara, namun masakannya menampung kisah dan luka mereka. Di sisinya, seorang wanita bernama Lyra menjadi jembatan antara dunia manusia dan dunia magis-seorang penjaga rasa dan kenangan. Namun restoran ini menyimpan rahasia. Pembayaran tak datang dalam bentuk uang, melainkan item magis penuh arti-dan semakin banyak yang datang, semakin besar bayangan yang menanti. Dulu mereka memasak hanya untuk bertahan hidup. Kini, mereka menyajikan rasa untuk makhluk yang bahkan dunia pun enggan mengingat. Namun... Sampai kapan tempat ini akan bertahan? Dan ketika rasa tak lagi cukup, siapa yang akan memberi arti pada dunia yang perlahan melupakan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines