Friend Never Die

Friend Never Die

  • WpView
    Reads 99
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, Jul 23, 2016
Tetes embun terakhit jatuh perlahan seiring fajar menyapa dedaunan, sisa purnama telah tenggelam membawa bayangan malam. Udara yang diam begitu indah menghindari bola matahari dengan kemuningan sinarnya.
All Rights Reserved
#1
shere
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • OMBAK BERSORAK
  • Langit untuk Senja
  • Dari Embun, untuk Fajar dan Matahari
  • Untuk Kamu, Riz #2
  • Untuk Kamu, Riz #1
  • Umbrella and Rain
  • Datang Untuk Pergi
  • SILENT GRACE
  • Faris Nazeeh Elfathan

Setelah kehilangan kali ini, selanjutnya kehilangan apa lagi? Seolah semesta tak pernah mengizinkanku untuk merasakan kasih sayang yang utuh-baik disayangi maupun menyayangi. Semua yang datang terasa singkat, seperti angin yang berlalu tanpa pernah benar-benar menetap.

More details
WpActionLinkContent Guidelines