Colors To My Pain

Colors To My Pain

  • WpView
    Reads 2,654
  • WpVote
    Votes 452
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 6, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
She's his past. She's his dream. She's his rainbow. She's his love. She's his pain. ---- Di akhir SMA, Dikta meninggalkan Corin untuk pergi ke Perancis, tanpa sebuah salam perpisahan. Dia hanya meninggalkan sepucuk surat yang menjadi salam terakhirnya untuk Corin. Beberapa tahun pun berlalu dan kini mereka bertemu kembali pada satu masa dimana mereka tidak lagi hidup sebagai individu dengan status yang sama. Mereka memiliki kehidupan masing-masing, dan status sosial yang berbeda di masyarakat. Walaupun selamanya adalah waktu yang tak terhingga, tapi untuk Dikta, hanya Corin yang bisa membuat hidupnya berwarna seperti warna-warni pada lukisannya. Meski pada saat yang sama, Corin jugalah yang menjadi kepedihan di dalam hidupnya. Corin hanyalah sebuah angan yang takkan pernah terwujud bagi seorang seniman terkenal seperti Dikta. Meskipun Dikta memiliki seluruh isi dunia, dan mampu melakukan apapun dengan privilege yang dia punya, dia takkan bisa memiliki dua hal: Pertama, kebebasan. Kedua, Samantha Corinthia.
All Rights Reserved
#6
issues
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Together with The Sundown
  • Amelia
  • Jejak Waktu [Complete]
  • PELABUHAN TERAKHIR
  • One Shoot SR
  • Kanvas Sunyi Kenangan [TERBIT]
  • Dekap Rindu

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines