Colors To My Pain

Colors To My Pain

  • WpView
    Reads 2,640
  • WpVote
    Votes 452
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 6, 2022
She's his past. She's his dream. She's his rainbow. She's his love. She's his pain. ---- Di akhir SMA, Dikta meninggalkan Corin untuk pergi ke Perancis, tanpa sebuah salam perpisahan. Dia hanya meninggalkan sepucuk surat yang menjadi salam terakhirnya untuk Corin. Beberapa tahun pun berlalu dan kini mereka bertemu kembali pada satu masa dimana mereka tidak lagi hidup sebagai individu dengan status yang sama. Mereka memiliki kehidupan masing-masing, dan status sosial yang berbeda di masyarakat. Walaupun selamanya adalah waktu yang tak terhingga, tapi untuk Dikta, hanya Corin yang bisa membuat hidupnya berwarna seperti warna-warni pada lukisannya. Meski pada saat yang sama, Corin jugalah yang menjadi kepedihan di dalam hidupnya. Corin hanyalah sebuah angan yang takkan pernah terwujud bagi seorang seniman terkenal seperti Dikta. Meskipun Dikta memiliki seluruh isi dunia, dan mampu melakukan apapun dengan privilege yang dia punya, dia takkan bisa memiliki dua hal: Pertama, kebebasan. Kedua, Samantha Corinthia.
All Rights Reserved
#8
issues
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jejak Waktu [Complete]
  • Labirinth : Friendzone √
  • Story Of Sabiya [End]
  • Together with The Sundown
  • Love Story
  • ENAMOURED (UNDER CONSTRUCTION)
  • One Shoot SR
  • Dekap Rindu
  • Kanvas Sunyi Kenangan [TERBIT]

Halo guys.. I'm back dengan cerita baru, setelah cerita pertamaku yang gagal.. Semoga kalian suka yah sama cerita kali ini❤️❤️ So kalau alurnya kurang bagus tolong maklumi authornya yah, kalau ada kritik dan saran boleh langsung comment aja.. 😊😘😘 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Jejak waktu.. Waktu ku berjalan cepat, Menyisahkan memori yang mengakar penat. Meski ragaku berteriak memberontak, Namun, tidak dengan jiwaku. Tersenyum ia bersama mega yang merona, tatkala bintang berpijar turun ke perpaduan. Perjalanan ku mungkin sulit dan rumit hingga meninggalkan jejak waktu disetiap nafasku. Kenangan, waktu terakhir ku seindah perjalanan ku.. Ini adalah kenangan Indah yang takkan terlupakan, hanya akan membekas dalam ingatan. _________________________________________________________________________________________________________ PS : ⚠️Cerita ini hanyalah sebuah fiksi belakang yang terlahir murni dari sebuah kegabutan author, semua latar yang ada dalam cerita ini hanyalah sebuah haluan semata dan cerita ini tidak bermaksud untuk menyinggung para pembaca, jika ada kata-kata yang tidak menyenangkan mohon maafkanlah author.. Yang penasaran bisa langsung baca.. Tolong hargai dan jangan lupa kasih suport author terus, agar bisa semangat UP ceritanya, dengan cara vote kalo kalian suka dengan ceritanya, coment kalo kalian pengen kasih saran atau apapun itu, dan share kalo kalian berpikir cerita ini wajib dibaca teman-teman kalian.. Enjoy!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines