
Terkadang, sewaktu perih, sewaktu terpuruk. Kita bukan butuh adanya cacian maupun ribuan untaian yang katanya berupa penyelesaian. Padahal yang kita butuh hanya sekadar pendengar yang benar-benar memberikan sepenuh hati telinganya. Kemudian, butuh media tumpahan, seperti tulisan. And that's why, Words Bleed happened.All Rights Reserved