Cold Hearted

Cold Hearted

  • WpView
    Reads 226
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 23, 2016
Maddie, seorang gadis yang tidak sengaja bertemu dengan seseorang yang mengingatkannya pada pria yang ia cintai dahulu. Seketika ia kembali memutar rekaman memori indahnya DAHULU. Ya DAHULU, hidupnya yang bahagia dan sangat berwarna seakan ia tidak akan merasakan kesakitan dan kesedihan lagi. Namun itu semua salah, semua pikirannya itu SALAH. Hidupnya yang dulu berwarna kembali menjadi ABU-ABU, kelam dan tak berwarna. Hanya karna ia menghilang begitu saja dari hidupnya. Sejak dirinya menghilang, seakan ia tidak bisa merasakan cinta, kasih sayang, bahkan rasa kasihan sedikit pun. Seketika hati nya beku dan tak bisa dicairkan lagi. Dan sejak saat itu, Maddie tak percaya keberadaan cinta. Percayakah kalian CINTA itu ada ?
All Rights Reserved
#810
fallinginlove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Sebelum Pelukannya Membuatku Tertidur
  • Fierce Love
  • A RECCURING PAST
  • Limerence : Redemption
  • MEMORI [COMPLETED]☑️
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • CAVEINE (REVISI)

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines