Mask Rabbit

Mask Rabbit

  • WpView
    Reads 461
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 21, 2017
WpInfo
Fiction
Mystery
Komplotan itu datang dengan cepat, bahkan aku hampir tak menyadarinya. Malam itu para 'kelinci' memberontak tanpa ampun. Malam yang menegangkan dan sangat kelam. Ini kisah diriku dan keluarga john. Upaya melepaskan diri dari ancaman "kelinci". Tidak ada pembunuhan, yang ada hanya kekerasan dan lumuran darah yang mengalir deras. Hingga akhirnya semua terasa jelas, ini musibah besar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diary Of Rain [END]
  • Ibu Susu untuk Bayi Gaib
  • Happy Ending
  • 𝐎𝐀𝐒𝐈𝐒 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐈𝐊𝐈𝐒?
  • Nightmare
  • Dibalik Pintu [Bts Horor]
  • The Dark Side(END)

Aku beringsut berdiri dan berniat meninggalkan kamar ini secepatnya. Tapi tanganku dicekal olehnya dan langsung ku sentak dengan keras hingga terlepas. "Rain..." panggil Lano namun tak berniat ku hentikan langkah ini ataupun menoleh kebelakang. Namun ketika menyentuh kenop pintu, dua lengan kekar memelukku dari belakang. "Jangan pergi" hembusan nafas yang terasa panas menerpa kulit leherku yang terbuka. Aku memberontak dan memukul-mukul tangannya yang melingkar diperut "Lepas! Lepaskan!!!" teriakku dengan suara parau Bukannya melepas, Lano semakin mengeratkan pelukannya. Tenagaku terkuras habis, sebanyak apapun tenaga yang ku keluarkan untuk lepas dari kukungannya hasilnya tetap sama. Aku masih dalam dekapannya. "Aku benci kau Lano..." Pandanganku memburam seiring mata yang tertutup. Akhirnya aku menyerah dalam pelukannya. Disisa kesadaran aku mendengar suaranya yang nyaris seperti bisikan. "Maaf..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines